Rabu, 31 Maret 2021

Nadin Amizah Kembali Dengan “Seperti Takdir Kita Yang Tulis”




South Jakarta – Penyanyi dan penulis lagu Nadin Amizah, yang kerap menyebut lagu2 yang ditulis sebagai ‘anak’nya, kembali berkontraksi untuk melahirkan anak baru. Setelah merilis album perdananya ‘Selamat Ulang Tahun’ pada hari ulang tahunnya, Nadin Amizah kembali melahirkan lagu yang berjudul “Seperti Takdir Kita Yang Tulis”. Lagu tersebut telah ia garap sejak Juli 2020 bersama dengan Ramadhan Zuqi dan Kevin Rinaldi.
Lagu ini ditulis liriknya oleh Nadin Amizah, lagu yang dikemas dengan piawai ini digubah menjadi sesuatu lagu yang indah dengan instrumen piano, keyboard, drum, guitar, dan bass oleh seorang penyanyi, produser dan arranger, Eky Rizkani. “Seperti Takdir Kita Yang Tulis” ini menjadi singel pertama dan pembuka menuju rilisan mini album ‘Kalah Bertaruh’.
Artwork “Seperti Takdir Kita Yang Tulis” – Nadin Amizah ( foto : istimewa )
Lagu “Taruh” menceritakan tentang kisah cinta belia yang penuh harapan. Namun, belum sampai di penghujung narasi, ternyata ada kisah lain dari perjalanan cintanya yang belum sempat diceritakan. Melalui lagu ‘‘Seperti Takdir Kita Yang Tulis’ inilah kisah taruh dilengkapi oleh Nadin. Kata demi kata dirangkai sedemikian apik hingga tercipta lirik yang indah, arti yang mendalam, namun tetap ringan. Rangkaian liriknya menceritakan tentang seseorang yang tak yakin bahwa takdir ditulis sesuai dengan keinginan hati. Lirik “lalu… bagaimana” yang diucap berulang menegaskan kebingungan bagi kedua belah jiwa yang kisah cintanya diselimuti ketidakpastian. Suatu keyakinan bahwa cintanya akan berujung indah seketika dipatahkan oleh takdir yang berlawanan.
Nadin Amizah yang dikenal dengan julukan Ibu Peri, kini tampil lebih manusiawi dalam visualnya. Terlihat penampilan Nadin dalam artworknya, mengenakan kaos putih. Berpenampilan yang tidak seperti biasanya, namun tetap seperti biasanya, lagu kali ini akan membuai pendengar dalam emosi syahdu. Nadin memulai karirnya sebagai penyanyi di usia yang terbilang 17 tahun, dan langsung mendapatkan banyak rekognisi dari industri musik. Mini albumnya masih direkam dari kamarnya (bedroom recording) yang menjadi karakteristik penyanyi belia ini yang membuat lagu-lagunya terasa begitu intim dan personal.
Music Credit :
Judul lagu                                             : Seperti Takdir Kita Yang Tulis
Penyanyi                                               : Nadin Amizah
Pencipta Lagu                                      : Nadin Amizah, Ramadhan Zulqi, Kevin Rinaldi
Producer                                               : Eky Rizkani
Arranger                                               : Eky Rizkani
Piano, keyboard, drum, guitar, bass : Eky Rizkani
Mixed                                                    : Indra Perkasa at Gadgadasvara Studio
Mastered                                              : Moko Aguswan
Label                                                     : Sorai
(SPR)










The post Nadin Amizah Kembali Dengan “Seperti Takdir Kita Yang Tulis” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/31/nadin-amizah-kembali-dengan-seperti-takdir-kita-yang-tulis/

Senin, 29 Maret 2021

Jackson Wang Sutradarai Sendiri MV Single Baru “LMLY”




South Jakarta – Baru saja merilis single “M.I.A” bersama Afgan, penyanyi sekaligus rapper asal Hongkong, Jackson Wang, kembali merilis single baru berjudul “LMLY”. Lagu “LMLY” yang singkatan dari “Leave Me Loving You” juga baru diluncurkan video musiknya yang juga disutradarai oleh artis yang mempunyai nama asli Wang Ka-yee tersebut. Video musik untuk “LMLY” terinspirasi oleh film Hong Kong dan Tiongkok yang terinspirasi tahun 90-an, visual dibintangi Jackson Wang sebagai seorang pelayan yang jatuh cinta dengan salah satu pelanggan tetap restoran.
“Saya datang dengan perawatan yang mengikuti rilis saya sebelumnya ‘Pretty Please’, masih berada di zona waktu gaya film Hong Kong-China tahun 90-an,” kata Wang dalam kredit video tersebut. “Cara saya memutuskan untuk merekam video, kali ini lebih ke arah struktur film, daripada pertunjukan musik dan koreo yang selalu saya lakukan. Alur cerita dari video musik‘ Leave Me Loving You ’, itu adalah kisah cinta yang lain. Saya memainkan peran sebagai pencuci piring di restoran dan saya jatuh cinta dengan gadis itu sejak dia datang, “tambahnya. “Segala sesuatu tentang kisah cinta ini hanya terjadi di benak saya.Itu imajinasiku.Itu tidak pernah terjadi. “
“Love Me Loving You” adalah single solo kedua Jakcson Wang di tahun 2021, setelah single berbahasa Mandarinnya “Alone”. Namun, penyanyi tersebut juga telah merilis sejumlah kolaborasi tahun ini, termasuk “Magnetic” dengan Rain, “So Bad” dengan rapper Tiongkok, Vava serta “M.I.A” bersama penyanyi Indonesia, Afgan. Nama Jackson Wang sebelumnya dikenal sebagai anggota grup Got7 dibawah JYP Entertainment. Jackson Wang meninggalkan JYP Entertainment pada 19 Januari 2021, bersama dengan anggota Got7 lainnya setelah kontrak eksklusif mereka berakhir. Sejak itu, Tim Wang saat ini menjalankan aktivitas internasionalnya.










The post Jackson Wang Sutradarai Sendiri MV Single Baru “LMLY” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/29/jackson-wang-sutradarai-sendiri-mv-single-baru-lmly/

Sabtu, 27 Maret 2021

Buaya Kota Gabungkan Musik dan Visual Rilis “Harta, Tahta dan Kuota”




South Jakarta – 2021, masih dalam adaptasi laku dan gerak. Namun tak berarti kreativitas terbatasi, kali ini melahirkan sebuah kolaborasi musik & visual yang bisa kita nikmati bersama sebagai penanda zaman. Menggabungkan dua medium yaitu musik dan new media art, kerja kolaboratif antara SC & LNDG yang dinamai Buaya Kota. Melepas satu single yang berjudul “Harta, Tahta dan Kuota”. Pada lagu tersebut Randy SC & LNDG menceritakan kembali kejadian yang sering terjadi dikeseharian mereka dalam konteks urban pada saat zaman kuliah, kejadian-kejadian dalam memori kolektif yang dituangkan dalam bait-bait lirik dan di visualisasikan. Karya musik ini tidak berdiri tunggal, ia menghadirkan visual sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.
Nissal Nurafryansah a.k.a LNDG adalah seniman yang berfokus pada praktik artistik seperti video, visualmapping dan instalasi. ketertarikannya pada medium tersebut mengantarkannya pada beberapa pameran seni media dibeberapa kota di Indonesia maupun di Asia. Kerja lintas disiplin seni bukan sesuatu yang baru bagi LNDG, melakukan project kolaborasi bersama seniman dan kelompok seni telah ia lakukan sepanjang tahun 2020 seperti membuat karya Interactive Light Art Installation bersama Klego Lighting Terror, dan project Extended Asia.
Artwork single “Harta, Tahta, Kuota” – Buaya Kota ( foto : istimewa )
Randy Satya Cahya a.k.a SC, Pertama kali dikenal lewat band Speakeasy sempat merilis 1 album bersama Demajors serta 1 EP Independen dan juga berhasil menjadi wakil dari Indonesia menjadi pemenang The People Choice Music Awards di London. Di tahun 2020 SC kembali mengeluarkan single “Moving on” dengan Rully Sianipar dan Tuantigabelas, dan merilis single Hard Days dibantu oleh Viki Vikranta sebagai Co-producer.
Project Buaya Kota ini juga dimotori oleh Rizki Rama A.K.A Kampleng, seorang manager musik yang telah banyak berkontribusi dalam kancah musik Indonesia.Single “Harta, Tahta dan Kuota” akan rilis di platform-platform digital musik (Spotify,Apple Music, Joox, Deezer, etc.) oleh Kolabtif pada tanggal 26 Maret 2021.
(SPR)










The post Buaya Kota Gabungkan Musik dan Visual Rilis “Harta, Tahta dan Kuota” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/28/buaya-kota-gabungkan-musik-dan-visual-rilis-harta-tahta-dan-kuota/

Meski Keadaan Sulit Serasi Tetap Luncurkan Single Ke-7 “Lembayung”




South Jakarta – Grup musik Serasi kembali mewarnai belantika industri musik Indonesia, dengan merilis single ke-7 yang berjudul “Lembayung”. Masih dibawah naungan AFE Records, Serasi menunjukkan konsistensi tanpa hentinya di Industri Musik Indonesia dengan musik tahun 70-annya (oldies – red.). Di Era millenials seperti sekarang membawakan musik Oldies tentunya sangat menantang dan sulit sekali di tambah, pandemi Covid yang tak kunjung usai ini, membuat eksistensi band-band yang mengandalkan komunitas seperti Serasi dalam posisi yang sulit,
“Yah kalo mau dipikir sulitnya semua sulit, tapi SerasiI tidak pernah menyerah dengan keadaan dan khususnya AFE Records dan timnya sangat mendukung konsistensi kami, kami sangat bersyukur berada di label rekaman yang sangat mendukung artisnya” ujar Opik Kurdi, founder sekaligus music producer dari Serasi.
Di single terbarunya ini Serasi memberikan warna lain lagi dari musik tahun 70-an, dimana kali ini dengan musik yang lebih slow mereka mencoba mengembalikan romantisme tahun 70-an,
“Di single terbaru kami ini memang kami ingin membawakan lagu slow khas tahun 70-an yang dapat dinikmati disaat santai atau menjelang tidur, kami juga ingin memperlihat sisi romantisme khas tahun 70-an yang dapat dinikmati disemua kalangan” ujar Opik menjelaskan konsep single terbaru dari Serasi.
Dari awal lagu kita akan dimanjakan sound khas tahun 70-an untuk lagu-lagu slow dan suara khas Fani yang karakternya pas banget untuk penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu oldies, memang gitar akustik banyak mewarnai dari awal lagu, tapi sound yang digunakan untuk electric guitar, electric piano, flute yang menjadi penghias lagu sangat pas mewarnai lagu “Lembayung” ini. Untuk aransemen semua dilakukan oleh Opik Kurdi dan Yanda Bebeh, dari studio mereka aransemen khas Serasi ini lahir, dan melahirkan kembali musik tahun 70-an ini, dipimpin oleh Opik Kurdi selaku music producer, Yanda Bebeh membuat musik untuk Serasi di lagu “Lembayung” tanpa ada musisi lain yang membantu hanya anggota dari Serasi.
“Iyah untuk lagu ini murni kami yang mengaransemennya, dan saat meng-edit dan me-mastering lagu ini hanya tiga Instrumen yang menonjol vocal,gitar akustik dan electric piano” ujar Yanda menceritakan proses dan konsep musik yang digunakan di lagu “Lembayung”. Sebuah lagu yang menceritakan bagaimana indahnya saat bersama kekasih yang digambarkan dari awal hingga akhir, yang unik dari lagu-lagu Serasi ini mereka selalu menggunakan kata-kata yang sekarang jarang sekali digunakan dalam sebuah lagu seperti “Debaran”, “Daku”, “Duhai”
“Dari awal memang konsep kami seperti itu, dan mas opik yang buat lagu sangat paham dengan itu ya secara mas Opik juga yang ngumpulin kita” jelas Fani. “Semoga lagu kami dapat menghibur siapapun yang mendengarnya, menemani malam-malam muda mudi yang sedang jatuh cinta ataupun yang sedang mengenang perjalanan cintanya, semoga semua menyukainya khususnya para Teras (Teman Serasi) dimanapun berada” ujar Opik diamini oleh Fani dan Yanda.
(SPR)










The post Meski Keadaan Sulit Serasi Tetap Luncurkan Single Ke-7 “Lembayung” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/28/50893/

Marty Friedman Rilis Album ‘Tokyo Jukebox 3’ Lepas Single “Kaze Ga Fuiteru”




South Jakarta – Mantan gitaris band thrash metal, Megadeth,  Marty Friedman akan merilis album studio barunya, ‘Tokyo Jukebox 3’ pada 16 April 2021 mendatang di bawah label The Players Club / Mascot Label Group. Dalam rekaman  tersebut, yang tersedia di Jepang Oktober lalu, merupakan yang ketiga dalam seri yang dimulai dengan ‘Tokyo Jukebox’ pada 2009, dan dilanjutkan dengan “‘Tokyo Jukebox 2’ di tahun 2011. Menjelang rilis penutup album trilogi tersebut, Marty juga merilis single  “Kaze Ga Fuiteiru”.
Dalam keterangannya, gitaris kelahiran 8 Desember 1962 tersebut mengungkapkan tentang single barunya, “Sambil menjaga intisari melodi ‘Kaze Ga Fuiteiru’ Ikimono Gakari yang saya sukai, saya mencoba untuk menghancurkannya, merekonstruksinya dan menciptakan musik baru selama lima menit yang mungkin membuat air mata atau santai dan jelas mengangkat semangat anda. Saya mencapai itu atau tidak sepenuhnya terserah Anda, tetapi ketika saya baru saja menyelesaikan rekaman ‘Kaze Ga Fuiteru’, seseorang yang pendapatnya sangat saya hormati menyebutnya ‘agung dan elegan’, jadi saya akan melakukannya. “












Gitaris yang mempunyai nama panjang Martin Adam Friedman yang saat ini menetap di Tokyo, Jepang juga memasukkan “Japan Heritage Theme Song” dengan komposisinya sendiri yang ia kerjakan dengan orkestra Tokyo Philharmonic, “Saya diminta oleh pemerintah Jepang untuk membuat lagu resmi untuk diputar di acara yang disponsori pemerintah yang merayakan warisan Jepang. Ini adalah kehormatan besar, dan sungguh luar biasa bisa bekerja dengan orkestra bergengsi yang, agak nyaman, istri saya (Hiyori Okuda)bermain cello. Melakukan ini sedikit berbeda dari biasanya, karena alih-alih memutar trek lengkap untuk merekam orang-orang perusahaan, saya harus menghadapi pejabat pemerintah Jepang. Saya ingat melihat wajah mereka yang kaku setelah mereka mendengarnya dan berkeringat cemas menunggu reaksi mereka. Syukurlah, mereka menyukai apa yang telah saya lakukan. Saya merasa ini adalah cara yang bagus dan menggembirakan untuk menutup album. “

Sebagian besar proses rekaman dilakukan di Power House Studios di Tokyo, dengan Marty, yang juga produser dalam proyek tersebut, bergabung dengan bassis Kiyoshi dan drummer Anup Sastry. Dia berbagi: “Kiyoshi telah berada di band saya selama sekitar enam tahun sekarang melakukan semua tur dan rekaman saya. Dia adalah pembangkit tenaga listrik, dan sejujurnya saya belum pernah melihat orang yang memukul bass sekeras dia, terutama saat mengikuti jenis saya musik yang menantang. Anup adalah anggota SKYHARBOR (band metal progresif India / Amerika) dan telah berada di tiga album terakhir saya. Dia juga sangat fenomenal. “
Bulan lalu Marty juga telah merilis video musik untuk single “Makenaide” dari album mendatang ‘Tokyo Jukebox’. Dalam video tersebut gitaris yang pernah membentuk duo Cacophony bersama Jason Becker menampilkan sejumlah musisi dari berbagai negara dan lintas umur. “Saya merasa sangat beruntung dan bersyukur atas cinta dan dukungan dari orang-orang hebat dari begitu banyak negara dan budaya di seluruh dunia. Dengan video ini, saya mencoba yang terbaik untuk berbagi perasaan unik itu dengan anda, dan ada cara yang luar biasa bisa bermain bersama orang-orang yang keren  itu untuk kami. Terima kasih banyak kepada semua orang yang telah meluangkan waktu dan energi untuk mempelajari lagu ini dan membuat video ini sangat menyenangkan untuk ditonton. “










The post Marty Friedman Rilis Album ‘Tokyo Jukebox 3’ Lepas Single “Kaze Ga Fuiteru” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/28/ex-gitaris-megadeth-marty-friedman-siap-rilis-album-tokyo-jukebox-3/

Jumat, 26 Maret 2021

Ringgo 5 Kembali Dengan Single Baru “You, Me & Bed” Di 2021




South Jakarta – Setelah merilis mini album / EP yang berjudul ‘Not Alone, Just Lonely’ pada tanggal 14 Agustus lalu, Ringgo 5 yang terdiri dari Rhein Michael (Rhein) di Gitar/Keyboard/Synth, Robert Matthew (Robert) di Bass, Nara Pawaka (Nara) di vokal, Gege Adita (Gege) di drum dan Rishad Marciano (Rishad) di gitar, siap memulai era barunya dengan merilis single yang berjudul ‘You, Me & Bed’ di tanggal 26 Maret 2021.
Proses pembuatan Lagu ‘You, Me & Bed’ diproduseri oleh sang drummer, Gege Adita yang sebelumnya sudah memproduseri mini album / EP dan dibantu juga oleh Rama Harto sebagai produser dalam lagu ini, serta Narendra Pawaka vokalis dari band Dead Bachelors yang juga didapuk menjadi Vocal Director.
“You, Me & Bed” merupakan soundtrack pada fase remaja yang ingin mencari cinta namun menemukan dirinya tersandung dalam suatu hubungan tanpa emosi dan komitmen atau sering disebut juga friends with benefits. Selain itu, lagu ini juga menggambarkan kebahagiaan dan kepuasan yang disebabkan oleh dasar hawa nafsu dan bukan cinta.
“Lagu ini adalah peringatan untuk diri gue saat umur 17 tahun dan mungkin para remaja diluar sana juga yang masih labil dalam urusan percintaan. Semoga lagu ini dapat mengingatkan bahwa cinta itu merupakan statement yang kuat dan lebih dalam dari sekedar nafsu.” ujar Nara sang vokalis.
‘You, Me & Bed’ akan hadir di seluruh digital platform dan mulai bisa dinikmati di hari Jumat, tanggal 26 Maret 2021.
(SPR)










The post Ringgo 5 Kembali Dengan Single Baru “You, Me & Bed” Di 2021 appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/26/ringgo-5-kembali-dengan-single-baru-you-me-bed-di-2021/

Kamis, 25 Maret 2021

Tampil Di TV Nasional MAX Rilis MV “Working For The Weekend”




South Jakarta – Musisi pop global MAX hari ini merilis versi deluxe album ‘Colour Vision’-nya. Diisi 22 lagu, versi terbaru album 2020-nya tersebut menampilkan sejumlah rekaman vokal baru dan versi remix dari lagu-lagu andalannya seperti “Acid Dreams”, “Love Me Less”, “Working For The Weekend”, dan “Blueberry Eyes”, lagu kolaborasinya bersama SUGA dari BTS.
Awal pekan ini, MAX memberikan kejutan kepada penggemarnya dengan merilis video baru untuk lagu “Working For The Weekend” feat. eaJ [Party Pupils Remix].  Sepanjang Maret, MAX tampil memukau di hadapan jutaan pasang mata di seluruh Indonesia saat ia membawakan “Blueberry Eyes” di Tonight Show NET dan babak 4 besar Indonesian Idol Special Season Senin lalu.












Di Tonight Show, MAX menceritakan asal mula keterlibatan SUGA dalam “Blueberry Eyes”. “Kami bertemu di Korea saat aku ke sana untuk tur Asia-ku Januari tahun lalu. Ia dan Jung-Kook telah mengapresiasi musikku selama ini,” ujarnya. MAX yang sebelumnya telah hadir di mixtape proyek Agust D dari SUGA kemudian mengajak SUGA untuk berkolaborasi di album ‘Colour Vision’ dengan mempersilahkannya memilih lagu mana pun di albumnya. “Ia lalu memilih lagu “Blueberry Eyes” dan menambahkan ceritanya, semuanya sangat sempurna.”
 












Kehadiran MAX di Indonesian Idol berawal saat salah satu finalis Indonesian Idol, Anggi Marito, menyanyikan lagu “Blueberry Eyes” di kompetisi menyanyi tersebut. Berita mengenai penampilannya sampai ke MAX dan ia pun merespon di TikTok dengan menduetkan video penampilan Anggi. MAX akhirnya hadir di Indonesian Idol hari Senin, 22 Maret 2021 lalu. “Seorang idola adalah seseorang yang sangat mencintai dan berdedikasi terhadap karya mereka, penggemar mereka, dan juga seseorang yang pantang menyerah, berani, dan tidak takut untuk mempertahankan prinsip mereka dan tetap menjadi diri sendiri.” ujarnya dalam sesi wawancara dengan Boy William. “Aku tidak sabar untuk datang ke Indonesia, aku harap aku bisa datang ke sana segera,” ujar MAX.












Album ‘Colour Vision’ yang dirilis September 2020 lalu menampilkan lagu “Blueberry Eyes” yang mempertemukan MAX dengan SUGA dari grup musik terbesar dunia saat ini, BTS. Lagu tersebut masuk ke tangga-tangga lagu Top 40 radio pop, dimainkan lebih dari 130 juta kali di berbagai platform, masuk ke beragam playlist andalan Spotify seperti Today’s Top Hits, Pop Rising, Mood Booster, dan playlist Global Viral 50 dan U.S. Viral 50, serta video musiknya telah ditonton hampir 35 juta kali di YouTube.
Billboard menobatkan MAX sebagai “salah satu artis paling versatile di musik pop”, PAPER meng-highlight betapa MAX “fokus terhadap cinta, kolaborasi dan memantapkan visinya untuk sebuah era baru dalam musiknya” dan LADYGUNN memuji MAX atas “kemampuannya untuk membuat kita bahagia secara seketika.”
Tracklist album ‘Colour Vision Deluxe’:
1. Colour Vision
2. Working For The Weekend
3. Love Me Less (feat. Quinn XCII)
4. Acid Dreams
5. Circles
6. Blueberry Eyes (feat. SUGA of BTS)
7. Where Am I At
8. New Life
9. Checklist (feat. Chromeo)
10. Missed Calls (feat. Hayley Kiyoko)
11. SOS
12. There Is A God
13. Still New York (feat. Joey Bada$$)
14. Worship
15. Blueberry Eyes (feat. Lil Mosey, SUGA of BTS, and Olivia O’Brien)
16. Love Me Less (feat. Kim Petras)
17. Acid Dreams (feat. Felly) [Acoustic Version]
18. There Is A God [Acoustic Version]
19. Love Me Less (feat. Quinn XCII) [Acoustic Version]
20. Blueberry Eyes (feat. SUGA of BTS) [Steve Aoki Remix]
21. Working for the Weekend (feat. eaJ) [Party Pupils Remix]
22. Love Me Less (feat. Quinn XCII) [Party Pupils Remix]










The post Tampil Di TV Nasional MAX Rilis MV “Working For The Weekend” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/26/tampil-di-tv-nasional-max-rilis-mv-working-for-the-weekend/

Rabu, 24 Maret 2021

Tom Misch dan Stars and Rabbit Tampil Di ‘Mola & Chill Fridays’ Minggu Ini




South Jakarta – Mola TV kembali menyandingkan musisi internasional dan musisi lokal  Indonesia di acara musik live di Mola & Chill Fridays pada Jumat  malam 26 Maret 2021 ini. Kedua  musisi ini akan tampil untuk publik Indonesia sambil menjawab pertanyaan yang telah  dilayangkan melalui akun media sosial Mola TV yaitu Instagram @MolaTV.living dan twitter  @MolaChillFriday.
Pada kesempatan ini, artis internasional yang berkesempatan tampil eksklusif untuk publik Indonesia adalah musisi muda asal London Inggris, Thomas Abraham Misch atau lebih dikenal dengan nama Tom Misch. Banyak hal unik tentang musisi berusia 25 tahun yang memproduseri sendiri musik-musiknya ini,lebih dari sekadar dikenal di Indonesia melalui lagu-lagunya seperti “It Runs Through Me”, “Movie” ,“Tidal Wave” dan “Nightrider”. Mengusung musik funk, soul, jazz, R&B, dan elektronik, Tom Misch  juga banyak dipengaruhi oleh musik-musik nu jazz di era 1990-an. Sebagai musisi, Tom terbilang cukup rajin berkolaborasi dengan berbagai musisi lintas genre. Sebut saja FKJ (French Kiwi Juice), De La Soul, Honne, dan yang terakhir adalah Yussef Dayes yang kemudian menghasilkan album kolaboratif berjudul ‘What Kinda Music’.
Berbeda dengan musisi di generasinya yang  seringkali memproduksi dan mendistribusikan karya melalui platform digital saja, Tom Misch justru tetap mempertahankan untuk mengeluarkan album fisik berupa vinyl. Selain itu, ketika  musisi lain merasa tahun 2020 menjadi tahun tak produktif Tom malah mengeluarkan 2 album kolaboratif yaitu ‘Beat Tape 1’ dan ‘What Kinda Music’.Mirwan Suwarso selaku perwakilan Mola TV sangat bersemangat dengan perkembangan program musik Mola & Chill Fridays yang memperlihatkan umpan balik dengan sangat baik.












“Kami telah mencatat berbagai feedback positif yang datang bukan hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Salah satu musisi pengisi acara dari luar negeri bahkan sempat menyebutkan bahwa konsep acara yang kami tawarkan dinilai sebuah groundbreaking dan Mola TV dianggap telah membawa musik di abad 21 melalui acara yang interaktif ini. Kami juga membuka komunikasi bagi penikmat musik di Indonesia untuk memberikan masukan mengenai musisi yang ingin dihadirkan di acara ini melalui media sosial kami Ke depannya, kami akan terus meningkatkan acara Mola & Chill Fridays ini menjadi acara yang memberikan impact positif bagi pelaku dan pekerja musik internasional dan tentu saja yang utama nasional,” ucap Mirwan.
Stars and Rabbit di Mola TV ( foto : istimewa )
Sebelum Tom Misch menemani penggemarnya di Indonesia, Mola & Chill Fridays akan dibuka dengan penampilan Stars and Rabbit, band asal Yogyakarta yang sudah lama berkiprah di dunia musik internasional. Seperti yang sudah diketahui, Stars and Rabbit sudah sering mencicipi panggung konser internasional di berbagai negara di dunia, seperti Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Singapura, bahkan Islandia. Musik mereka juga diapresiasi dengan baik oleh penikmat masyarakat musik internasional. Band yang dimotori frontwoman Elda Suryani dan gitaris Didit Saad ini dikenal dengan lagu hitsnya antara lain “Man Upon the Hill”, “Little Mischievous” dan “The House” yang sempat dijadikan salah satu lagu soundtrack film Inggris berjudul ‘Wander’ pada 2015 silam. Yang terbaru, di 2021 ini Stars and Rabbit baru saja mengeluarkan video single-shot live lagunya yang berjudul “Attic No.7” pada minggu lalu. Mereka juga akan siap menjawab pertanyaan secara interaktif yang diberikan melalui media sosial.Seluruh siaran replay program “Mola & Chill Fridays” ini bisa disaksikan dengan mengakses melalui aplikasi perangkat ponsel yang dapat diunduh dari apps store dan google play, atau
melalui situs Mola TV di tautan https://mola.tv/
(SPR)










The post Tom Misch dan Stars and Rabbit Tampil Di ‘Mola & Chill Fridays’ Minggu Ini appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/25/tom-misch-dan-stars-and-rabbit-tampil-di-mola-chill-fridays-minggu-ini/

Iga Massardi Ungkap Tentang Makna Lagu Dari ‘Collabonation CAMP The Series’




South Jakarta – IM3 Ooredoo berkolaborasi dengan 7 musisi muda Indonesia dalam Collabonation Camp yang bertujuan untuk menumbuhkan spirit optimisme di tengah tantangan pandemi. Seluruh momen keseruan para musisi saat berkarya bersama di camp dirangkum dalam Collabonation CAMP The Series yang tayang setiap Jumat malam di Youtube IM3 Ooredoo.
Collabonation CAMP The Series bercerita tentang bagaimana proses kolaborasi 7 musisi Iga Massardi, Kunto Aji, Sal Priadi, Asteriska, Rendy Pandugo, Hindia, dan Petra Sihombing dalam membuat karya lagu yang terinspirasi dari kisah nyata tahun 2020 sebagai semangat di tahun 2021.
Iga Masardi mengatakan, “Dengan ide kreatif para musisi, kami akhirnya berhasil menghasilkan 3 karya lagu yang menginspirasi dan menumbuhkan semangat optimisme kepada generasi muda. Ketiga lagu masing-masing menggambarkan kita semua menjalani kehidupan di tahun 2020 yang tidak mudah dan berbagi spirit optimisme di tahun 2021.”
Dari ketiga karya lagu yang diciptakan, telah tayang dua lagu dan music video di kanal Youtube IM3 Ooredoo. Berikut adalah petikan lirik dan juga cerita dibalik kedua lagu tersebut.
 
1.     Irama
Lagu ‘Irama’ bercerita tentang bagaimana menjalani apa yang ditemukan di tahun 2020. Para musisi yakin bahwa setiap orang pasti mempunyai perjuangannya sendiri dan tidak perlu bersaing dengan orang lain karena kita semua adalah pemenang di situasi ini.
 “Lihat kanan kiri, Jadi semakin iri
Membandingkan hasil lupa kewarasan”
“Latihan berkaca pada dirimu sendiri, Tentukan irama, tulis lagumu sendiri”
 Ini adalah dua penggalan dari lagu bertajuk “Irama” yang tidak berhenti mengingatkan kita bahwa yang terbaik dari yang paling baik adalah memahami diri sendiri, memahami laju masing-masing, dan terus berharap bahwa semuanya bisa jadi lebih menyenangkan setelah itu. Tetaplah berusaha untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain, karena di 2020 ini keadaannya sudah cukup berat tanpa kita harus beradu kecepatan dengan orang lain.
 












2.     Putaran
Lagu kedua yang berjudul “Putaran” menceritakan sebuah realita kehidupan di tahun 2020, di mana setiap orang banyak mengalami kehilangan. Tapi banyak juga yang kita temukan. Melalui lagu ini, kita akan diajak untuk terus melakukan yang terbaik walaupun ada di ‘Putaran’ keadaan yang serba tidak pasti. Memperjuangkan apa yang kita bisa perjuangkan untuk menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri dan orang banyak.
 
“Lakukan yang kau bisa dan
Berguna untuk semua
Putaran keadaan yang tak pasti
Kan kau lewati”
 
Di tahun 2021, kita harus hidup lebih optimis lagi, berdamai dengan diri sendiri, dengan begitu akan memudahkan kita untuk membuat orang-orang di sekitar kita juga memiliki “ketenangan”. berjuang melakukan apapun yang kita bisa sehingga bisa berguna bagi orang lain.
 Penasaran seperti apa sih hasil dari penyatuan pikiran, perasaan, dan kolaborasi 7 musisi dalam membuat karya lagu? Saksikan 2 music video dan melodi dari lagu “Irama” dan “Putaran”, hanya di kanal YouTube IM3 Ooredoo! Untuk info dan update terkini tentang Collabonation CAMP The Series dapat diikuti di seluruh akun media sosial @im3ooredoo.
(SPR)










The post Iga Massardi Ungkap Tentang Makna Lagu Dari ‘Collabonation CAMP The Series’ appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/25/iga-massardi-ungkap-tentang-makna-lagu-dari-collabonation-camp-the-series/

Kolabroasi Atarashii Gakko! dan Warren Hue Rilis MV “Freaks”




South Jakarta – Grup musik Atarashii Gakko! resmi meluncurkan video musik untuk single kolaborasi dengan rapper tanah air, Warren Hue, yang berjudul “Freaks”. Lagu ini adalah aransemen ulang dari lagu klasik berjudul “Freaks Don’t Fail Me Now” dari musisi Dirtybird Records, Clause Von Stroke. Keduanya yang bernaung dibawah 88rising, merilis video musik yang menampilkan keempat anggota Atarashii Gakko! bertarung melawan pegulat Sumo untuk menyelematkaj Warren Hue. Pada akhirnya Atarashii Gakko! menari bersama dengan para pegulat sumo tersebut. Single “Freaks” juga menjadi single kedua bagi Atarashii Gakko! yang dirilis bersama 88rising setelah “NAINAINAI” pada bulan Januari 2021 lalu.












Atarashii Gakko! atau dikenal di Jepang sebagai Atarashii Gakkou no Leaders terdiri dari Mizyu, Suzuka, Kanon dan Rin terbentuk pada tahun 2015 lalu Keempatnya bernyanyi tentang bagaimana mereka mengatasi kehidupan sekolah yang biasa, dan pada akhirnya, “harapan, masa depan tergantung pada diri Anda sendiri” – kesuksesan tidak ditentukan oleh nilai huruf. Mereka memulai debut pada Juni 2017 di bawah Victor Entertainment dengan single “Dokubana”.












“Freaks” juga merupakan penampilan debut 88rising dari rekrutan baru Warren Hue, remaja asli Jakarta berusia 18 tahun yang membuka jalan bagi generasi hip-hop Asia berikutnya terutama setelah kesuksesan Rich Brian. Warren berpadu dengan sikapnya yang menantang, menyatakan dirinya sebagai orang yang aneh tapi juga “yang paling segar” yang akan “berjalan di runway fashion”. Warren yang awalnya memakai nama panggung Warrenisyellow, mengambil inspirasinya dari ikon hip-hop, video game, mode, dan budaya Asia dan menggabungkannya menjadi musik dan seni yang menjadi gayanya sendiri.










The post Kolabroasi Atarashii Gakko! dan Warren Hue Rilis MV “Freaks” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/25/kolabroasi-atarashii-gakko-dan-warren-hue-rilis-mv-freaks/

Selasa, 23 Maret 2021

Melanjutkan Perjalanan Musik Adi Widodo Persembahkan “Winterman”




South Jakarta – “Winterman” merupakan single solo pertama Adi Widodo. Setelah rehat kurang lebih 2 tahun dari gegap gempita panggung musik, akhirnya pada awal tahun 2021, Adi memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanannya. Lagu ini dipersembahkan untuk seluruh kerabat dan para penikmat musik yang selalu mendukung dan memberikan energi bagi proses penciptaan karya-karya Adi.
Dengan gembira, Winterman, karya musik berdurasi 03.40 menit telah dirilis pada hari Jumat, 19 Maret 2021 dan telah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital. “Winterman” adalah istilah yang spontan terucap saat proses penulisan lirik. Lagu ini berkisah tentang imajinasi seseorang yang tinggal di iklim tropis, kemudian ia berharap suatu ketika dapat merasakan kehidupan di suatu tempat yang bersalju. Namun, pesan yang ingin Adi sampaikan ialah keberanian untuk berimajinasi, karena di saat yang sama, perjalanan itu telah dimulai.
Artwork single “Winterman” – Adi Widodo ( foto : istimewa )
Proses penggarapan lagu “Winterman” hampir dilakukan oleh Adi sendiri menggunakan perangkat home studio, sedangkan proses mixing dan mastering dilakukan di home studio milik Koko Iryawansyah, sahabat Adi yang membantu proses perekaman akustik gitar dan vokal. Adi berharap setiap orang yang mendengarkan lagu ini dapat menemukan kebahagiaan dengan cara mereka sendiri. Ucapan terima kasih untuk seluruh sahabat, pendengar, dan tentunya teman-teman media yang senantiasa mendukung proses pengkaryaan Adi.
Credits
Adi Widodo : Vocals, Backing Vocals
Koko Iryawansyah : Backing Vocals
Composed by Adi Widodo
Produced by Adi Widodo
Vocal Director by Koko Iryawansyah
Record Engineer : Adi Widodo & Koko Iryawansyah
Mixed & Mastered by Koko Iryawansyah at Koko Iryawansyah Studio
Artwork : Adi Widodo
Photo : Firandika
Layout : Rully Yaqin

Artist: Adi Widodo
Label: Wazza Land Record










The post Melanjutkan Perjalanan Musik Adi Widodo Persembahkan “Winterman” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/24/melanjutkan-perjalanan-musik-adi-widodo-persembahkan-winterman/

BCL Persembahkan “Selamanya Cinta” Untuk OST ‘Surga Yang Tak Dirindukan 3’




South Jakarta – Rasanya di tahun 2021ini, penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) berhasil meyakinkan hatinya untuk kembali melangkahkan kaki sedikit demi sedikit. Setelah di Februari lalu sukses merilis lagu dan video interview untuk single “Love Story” dan menjadi buah bibir satu Indonesia, kali ini bersama BASH Music Company dan MD Music Indonesia ia hadir kembali dengan sebuah lagu berjudul “Selamanya Cinta”.
Sejak pertama kali diperdengarkan oleh penciptanya, Melly Goeslaw, BCL merasa ada kedekatan secara emosional terhadap lagunya. Baik secara melodi maupun tema yang diusung. Lagu ini berceritakan tentang bagaimana sebuah kekuatan cinta yang dengan begitu magisnya mampu menghidupkan dan bertahan hingga selamanya.
Mengusung judul “Selamanya Cinta”, lagu ini dibuat secara khusus oleh Melly Goeslaw sebagai soundtrack film terbaru MD Pictures Tbk : ‘Surga Yang Tak Dirindukan 3’. Sebuah film yang di setiap perilisannya selalu laris dibanjiri penonton. Rencananya, film tersebut mulai bisa disaksikan oleh khalayak luas April mendatang di movie platform Disney+ Hotstar. Selamanya Cinta merupakan project yang mempertemukan kembali antara BCL, Melly Goeslaw dan MD. Dan yang lebih spesialnya lagi di lagu ini Manoj Punjabi selaku Produser dan CEO ikut berpartisipasi di balik penulisan lirik lagu ini.
Artwork single “Selamanya Cinta” – BCL ( foto : istimewa )
Dibalut dengan Aransemen ballad yang begitu manis, ditambah dengan karakter suara dan cara  bernyanyi BCL yang khas, lagu ini memang betul-betul bisa menggambarkan kedalaman hati dan doa seseorang terhadap cintanya. Artworknya sendiri mengisyaratkan sebuah fase berserah, dimana BCL saat ini sedikit demi sedikit bangkit berdiri, menyiapkan diri untuk berbagai kemungkinan terbaik di masa yang akan datang. Bergerak, melangkah maju dan mulai memudar kembali mimpi-mimpinya satu demi satu adalah sebuah fase berproses yang ia tempuh secara perlahan untuk bisa berlari lagi nantinya.
“Selamanya Cinta” dapat dinikmati di berbagai platform musik seperti Spotify, iTunes, Deezer, Langit Musik, Joox, dan lain-lain tanggal 19 Maret 2021, dan nantikan Music Video yang akan dikeluarkan lagu ini juga yang nanti dapat dinikmati di channel YouTube resmi MD Music. Pada 22 Maret 2021 bertepatan dengan ulang tahun BCL, sebagai hadiah spesial akan dirilis pula Official Music Video Trailer “Selamanya Cinta” di Official Youtube Channel MD Music  yang akan menjadi sneak peek menuju perilisan Official Music Video yang rencananya akan dirilis pada tanggal 9 April 2021 mendatang.
MUSIC CREDIT :
Song and Lyrics Composed by       : Melly Goeslaw, Manoj Punjabi & Iman RN Sastrosatomo 
Music Produced and Arranged by : Anto Hoed
Guitar Solo                                      : Tohpati
Guitar                                               : Mecko Kaunang
Bass                                                  : Ronald Steven
Drum                                                : Ray Prasetya
Mixed by                                          : Tommy Utomo
Mastered by                                     : Don Bartley at Benchmark Mastering, Australia 
Song Published by                          :  PT Aquarius Pustaka Musikindo & PT MD Publikasi Indonesia
Label                                                : MD Music










The post BCL Persembahkan “Selamanya Cinta” Untuk OST ‘Surga Yang Tak Dirindukan 3’ appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/24/bcl-persembahkan-selamanya-cinta-untuk-ost-surga-yang-tak-dirindukan-3/

Warner Music dan Tencent Sepakat Bentuk Label Baru di Tiongkok




South Jakarta – Warner Music dikabarkan telah bergabung dengan perusahaan teknologi Tiongkok,  Tencent,  untuk membentuk label rekaman baru, dengan tujuan meningkatkan kehadiran Warner di Tiongkok. Tencent Music Entertainment memiliki sejumlah platform musik di Tiongkok termasuk tiga layanan streaming teratas negara itu, QQ Music, Kugou Music dan Kuwo Music, dan platform karaoke, WeSing.
Melalui perjanjian tersebut, Tencent akan mengamankan hak atas rekaman dari ribuan artis Warner Music, memastikan lagu mereka tetap berada di platform musik online yang dominan.
Warner dan Tencent juga telah mencapai kesepakatan lisensi besar yang akan melihat repertoar yang pertama, yang mencakup artis-artis seperti Dua Lipa, Madonna dan Ed Sheeran, tersedia di seluruh platform Tencent serta perangkat yang terhubung seperti sistem audio dalam mobil.  Dalam sebuah pernyataan, kedua perusahaan mengatakan kesepakatan itu akan “[memanfaatkan] sumber daya global Warner Music dan pengalaman dalam mendukung karier artis, serta pengaruh besar [Tencent] di pasar musik dan hiburan China daratan”.
Warner dan Tencent telah bekerja sama sebelumnya, dengan menandatangani kesepakatan lisensi untuk rekaman musik pada  tahunn 2014. Sebelumnya juga saingan Warner seperti Universal dan Sony juga membuat kesepakatan serupa dengan raksasa teknologi itu. Dalam sebuah perrnyataan, Simon Robson, president (international) of Warner Recorded Music mengungkapkan,











“Kolaborasi kami dengan [Tencent] telah memberikan hasil yang luar biasa bagi artis lokal dan internasional, dan sekarang kami membuka lebih banyak peluang bersama.Di samping investasi kami yang meningkat pada artis & repertoar serta pemasaran di China Daratan, kemitraan yang diperbarui dan diperluas ini berarti kami dapat membantu membuat artis kami tidak mungkin diabaikan di salah satu pasar musik yang berkembang paling cepat di dunia.”




The post Warner Music dan Tencent Sepakat Bentuk Label Baru di Tiongkok appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/24/warner-music-dan-tencent-sepakat-bentuk-label-baru-di-tiongkok/

Ungkapan Kebebasan Kamiyada+ Lewat Single “Metal In Me”




South Jakarta – Musisi muda, KAMIYADA + telah merilis video musik resmi untuk singelnya “Metal In Me”. Video tersebut merepresentasikan produksi sinematik yang menderu dan kacau dari lagu tersebut yang berubah menjadi kekacauan akibat tabrakan mobil dan teriakan yang menggelegar. KAMIYADA + yang merupakan nama panggung Jovani Duncan,  baru-baru ini mengumumkan bergabung  ke Hopeless Records.
“Dari bait pertama, saya tahu ‘Metal In Me’ akan menjadi lagu yang penting,” kata Duncan, mencatat sebagian besar lagu tersebut berasal dari gaya bebas lepas. “Itu memberi saya kepercayaan diri. Ini bukan lagu yang sombong, tapi saya merasa sangat kuat dan bebas. “
Artwork single “Metal In Me” – Kamiyada+( foto : istimewa )
Sebelumnya dengan mendapat pujian dari COMPLEX karena kemarahannya yang “meledak-ledak”, KAMIYADA + memberikan pengaruh yang luas dan beragam menjadi suara tanpa genre yang memukau sekaligus modern dan progresif. Kemungkinan tak terbatas itu terwakili dengan bangga dalam tanda plus yang menghiasi nama panggung KAMIYADA +, menandakan kesan baru dan selanjutnya dia selalu mengejar – tidak hanya melalui musiknya, tetapi juga kepribadiannya yang multisensori dan lintas platform yang meluas ke video musik, merchandise, dan karyanya. pertunjukan terkenal di seluruh dunia di kota-kota seperti London dan Tokyo. Sebelum menandatangani kontrak dengan Hopeless Records, KAMIYADA + merilis rekaman sendiri seperti ‘Static Depression’ tahun 2016 dan ‘Deathtrap +++ 2’ tahun 2020, dan karyanya melalui kolektif hip-hop internasional The Midnight Society, yang ia dirikan bersama produser Inggris The Virus dan Antidote.
“Saya lebih gelap,” kata Duncan, “Saya ingin menggunakan kegelapan untuk menceritakan kisah-kisah keren.”










The post Ungkapan Kebebasan Kamiyada+ Lewat Single “Metal In Me” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/23/ungkapan-kebebasan-kamiyada-lewat-single-metal-in-me/

Senin, 22 Maret 2021

Hadapi Akhir Hubungan Waxflower Lewat Single “Food For Your Garden”




South Jakarta – Grup musik Waxflower dari Brisbane, Australia,  hari ini meluncurkan “Food For Your Garden”, single terakhir dari EP mendatang ‘We Might Be Alright’, yang dirilis Jumat 16 April melalui Rude Records. Lagu tersebut merinci pengalaman menerima bagaimana hubungan dapat berubah, sambil menghargai pelajaran yang didapat dengan perubahan itu.
“Ini tentang lari dari masa lalu anda dan menghindari perubahan pribadi dengan mencoba menemukannya di masa lalu,” ungkap pentolan band, Tristan Higginson. “Terlepas dari bagaimana suatu hubungan berakhir, anda belajar darinya, anda menjalaninya dan begitu pula mereka. Terkadang anda tidak ditakdirkan untuk berada dalam kehidupan seseorang, dan itu tidak masalah. Anda mungkin juga membiarkan waktu anda bersama menjadi pupuk yang membantu anda tumbuh. “












Dirilisnya single “Food For Your Garden” mengikuti single sebelumnya “Not Alone” dan “Again”, yang mendapat dukungan dari  media seperti seperti triple j dan triple j Unearthed, Kerrang !, Alt Corner, Hysteria, Idobi Radio dan banyak lagi. Di Asia, band ini tampil di berbagai media dan platform streaming, termasuk untuk wilayah Indonesia, Filipina, Hong Kong, dan India.
Baru saja merilis trilogi single yang membuat mereka menaklukkan pertunjukan utama dari debut mereka pada Februari 2020, termasuk pertunjukan di kampung halaman yang terjual habis, Waxflower kembali pada bulan Juni dengan single mereka yang sukses, “Sixteen Floors”. Dirilis bersamaan dengan pengumuman penandatanganan mereka ke label independen Eropa, Rude Records (Saves The Day, Gideon, Blood Youth, Sleep On It), “Sixteen Floors” mendapat dukungan internasional dari   Kerrang! dan Rock Sound, serta dinamai ‘Next Big Thing’ oleh HMV. Mengambil referensi dari band-band tahun 2000 seperit Kisschasy dan Jimmy Eat World, Waxflower menggabungkan nostalgia dengan melodi progresif dan hook menarik untuk menghadirkan perspektif asli dan unik tentang rock alternatif.










The post Hadapi Akhir Hubungan Waxflower Lewat Single “Food For Your Garden” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/23/hadapi-akhir-hubungan-waxflower-lewat-single-food-for-your-garden/

Minggu, 21 Maret 2021

The Virgin Kembali Dengan Single Baru “Tak Ingin Menggantikannya”




South Jakarta – The Virgin hadir kembali dengan karya yang istimewa di tahun 2021 ini. Sebuah lagu baru berjudul “Tak Ingin Menggantikannya” ciptaan Mita siap dirilis label NAGASWARA. Lagu baru yang dipersembahkan ini seperti mengingatkan akan jati diri The Virgin selepas hits single perdananya “Cinta Terlarang” yang dirilis pada tahun 2009 mendapat sambutan hangat musik Indonesia dan langsung melejitkan nama The Virgin ke jajaran grup band terkenal.
Single baru ini dipersembahkan The Virgin, grup band duo dengan personil Dara (vokal) dan Mita (gitar dan vokal) ditengah masyarakat yang sedang berjuang ikhlas dan sukarela bahu membahu bergotong royong membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi virus Covid-19. Dan lagu inipun diyakini dapat mengobati kerinduan para ‘virginity’ akan karya-karya The Virgin.
“Lagu ini Mita ciptakan untuk mewakili semua orang yang pernah berada di posisi ikhlas mencintai tanpa memikirkan seburuk apapun atau bagaimanapun masa lalunya. “ucap Mita.
The Virgin kembali dengan single baru “Tak Ingin Menggantikannya” (foto : NAGASWARA)
Lagu “Tak Ingin Menggantikannya” menurut Dara memiliki pesan bahwa jadi perempuan itu jangan salah paham dulu, lihat dulu ceritanya seperti apa dan biasakan untuk legowo. Kalau kita ikhlas mencintai seseorang, kita tidak harus menuntut dia untuk mencintai kita juga dan jika berjodoh sudah tentu akan bertemu dan bersama.
“Ini lagu ciptaan Mita terinspirasi dari orang terdekat dan benar-benar mengalaminya. Jadi aku paham banget posisi si dia dalam cerita ini. Aku bersyukur waktu serahin demo lagunya ke Pak Rahayu, ternyata beliau langsung suka. “ungkap Mita.
Di usia 12 tahun The Virgin berkarya, persembahan lagu “Tak Ingin Menggantikannya” terasa sangat spesial, spesial di usia 12 tahun The Virgin, spesial lagunya ciptaan Mita diambil dari kisah orang terdekatnya, dan penggarapan video klipnya juga sangat spesial. Dari sekian video klip The Virgin, ini kedua kalinya setelah lagu “Sayangku” (2011) dari album yang berjudul ‘Yes I Am’, yang tidak ada aksi bermusiknya, full story cerita drama yang ditonjolkan. Liriknya pun lumayan berat dan banjir air mata. Video klipnya digarap oleh sutradara kenamaan Ronny Rom.
Artis : The Virgin
Lagu : “Tak Ingin Menggantikannya”
Ciptaan : Mita
Aransemen : Wawan TMG & Mita
Mastered : Wawan TMG & Depp RPH
Label : Big Indie NAGASWARA
(SPR).










The post The Virgin Kembali Dengan Single Baru “Tak Ingin Menggantikannya” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/22/the-virgin-kembali-dengan-single-baru-tak-ingin-menggantikannya/

Afgan Wujudkan Mimpi Ajak Jackson Wang Kolaborasi Di “MIA”




South Jakarta – Setelah merilis “say i’m sorry” pada Februari lalu, Afgan kembali merilis single baru berjudul “M.I.A”. Single ini merupakan terobosan globalnya yang kedua bersama EMPIRE, label ikonis Amerika Serikat yang menaungi Iggy Azalea, Snoop Dogg, Adam Lambert, Tyga, Robin Thicke, hingga Busta Rhymes, yang juga bekerja sama dengan Trinity Optima Production.
Tak sendiri, Afgan juga berkolaborasi dengan kawannya, Jackson Wang, di lagu yang mengusung beat R&B dan subtle trap dengan nuansa noughties serta tempo yang lambat ini. Berkolaborasi dengan Jackson Wang adalah salah satu mimpi Afgan yang menjadi kenyataan.
“Aku adalah penggemar berat Jackson Wang dan dia menginspirasiku untuk berkembang. Semua bermula saat kami bertemu di belakang panggung di sebuah acara di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2019. Kami berdiskusi tentang kemungkinan untuk bekerja sama,” ucap Afgan. “Kami banyak bicara soal musik lewat telepon. Kami pikir, pasti seru kalau kami berkolaborasi,” ujar Jackson Wang.
Afgan pun melakukan rekaman “M.I.A” di studio EMPIRE, Amerika Serikat dan rekaman dilakukan secara terpisah dengan Jackson Wang. Ditulis bersama Benny Mayne dan Emily Vaughn serta diproduseri oleh Tha Aristocrats, “M.I.A” bercerita soal keyakinan seseorang untuk tidak akan pergi dari sosok yang ia cintai dan akan tetap di sisinya.
“Tidak ada cerita personal di balik “M.I.A”. Tapi, proses pembuatan lagu ini sangat menyenangkan dan menjadi bagian besar dari eksplorasiku di album mendatang. Kita bisa menari saat mendengarkan lagu ini dan aku pikir, dunia membutuhkan lebih banyak lagu seperti ini,” jelas Afgan.
Artwork single “MIA” Afgan feat Jackson Wang ( foto : istimewa )
“Afgan adalah artis yang hebat, dia keren. Setelah mendengar versi final “M.I.A”, aku pikir lagunya sempurna dan smooth. Semua orang harus mendengarkan lagu ini,” kata Jackson Wang.
Tidak hanya rekaman lagu, shooting untuk video klip “M.I.A” juga dilakukan secara terpisah. “Proses shooting-nya sangat menyenangkan dan aku bersyukur Jackson meluangkan waktu dari jadwalnya yang padat untuk berpartisipasi dalam video musik garapan Shadtoto Prasetio ini. Aku harap “M.I.A” membuat orang-orang merasa senang saat mendengarkannya karena bagiku, itulah arti musik yang sebenarnya,” kata Afgan.
Video musik “M.I.A” bisa disaksikan di akun YouTube Afgan pada Sabtu, 20 Maret 2021 pukul 12.00 WIB.
Hidup bersama karya-karya Stevie Wonder, Whitney Houston, dan Brian McKnight sejak kecil, Afgansyah Reza memantapkan dirinya sebagai salah satu bintang terbesar di Indonesia sejak album debutnya, “Confession No.1”, rilis pada Januari 2008. Selama berkarier, Afgan telah meraih kurang lebih 60 penghargaan di dunia musik dan memiliki lebih dari 17 juta pengikut di media sosial. Hingga kini, Afgan telah meraup lebih dari 100 juta streaming di Spotify.
Tak hanya itu, Afgan juga sukses menggelar konser di beberapa kota di Indonesia dan sejumlah negara di Asia. Tiket konsernya selalu terjual habis. Setelah kehadirannya diakui industri musik Asia, Afgan siap melebarkan sayapnya di tahun 2021 ini, yakni dengan berkarya secara global.
Music Producer : Happie & Chaz “Tha Aristocrats”
Writers/Composers: Chaz Jackson, Dashawn White, Afgan, Jackson Wang, Benny Mayne, Emily Vaughn, Orlando Williamson, Brandon Hamlen, Ishmael Montague, Carl Taylor Jr.
(SPR)










The post Afgan Wujudkan Mimpi Ajak Jackson Wang Kolaborasi Di “MIA” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/22/afgan-wujudkan-mimpi-ajak-jackson-wang-kolaborasi-di-mia/

Virginia To Vegas Kolaborasi Dengan NOTD Hadirkan “Malibu”




South Jakarta – Melanjutkan kesuksesan dua EP-nya yang dirilis pada 2020, musisi dan penyanyi Kanada, Derik Baker atau yang dikenal dengan Virginia To Vegas, hari ini merilis kolaborasinya dengan duo superstar Swedia NOTD di lagu “Malibu”.
“Aku masih memproses semuanya yang terjadi di 2020 dan aku sangat bahagia dengan semua dukungan yang aku terima untuk 2 EP terakhirku tahun lalu,” ujar Baker. “Memasuki tahun 2021 aku ingin melakukan sesuatu yang seru dan membuat semua orang berdiri dan berdansa, tak ada musisi lain selain NOTD yang ingin aku ajak untuk melakukan itu. Tobi dan Sam membawa energi yang mengasyikan dan seru ke lagu ini dan kami harap tahun ini kami dapat bertemu secara langsung, membawakannya langsung di hadapan banyak penonton di seluruh dunia.”
Dengan musik Virginia To Vegas dan NOTD yang didengarkan hampir 2 miliar kali di berbagai platform serta sebuah partnership di Amerika Serikat dengan Republic/Casablanca Records, kolaborasi ini menyatukan dua artis ternama Kanada dan Swedia ke panggung internasional. Sebuah kolaborasi yang terbilang organik meski dilakukan secara virtual selama beberapa bulan, “Malibu” adalah karya dua musisi dari dua belahan dunia berbeda yang istimewa.
“Lagu ini sangat cocok dipasang saat kamu berkendara bersama teman-temanmu dan kami sangat senang dapat berkolaborasi bersama Derik (Virginia To Vegas),” ujar NOTD. “Kami penggemar karya-karyanya. Mainkan lagunya di speaker kalian!”
Setelah menduduki posisi #1 selama 5 pekan di U.S. Dance Charts dengan “Nobody”, NOTD bertemu dengan Baker secara virtual akhir tahun lalu untuk mulai mengerjakan lagu “Malibu”. Duo multi-platinum yang terdiri dari Tobias Danielsson dan Samuel Brandt tersebut telah mendapatkan kesuksesan global sejak awal karir mereka dengan merilis versi remix lagu-lagu dari musisi-musisi terbesar dunia seperti Shawn Mendes, Ed Sheeran, Demi Lovato, dan sebagainya. Penerima nominasi Dance Song of the Year di iHeartRadio Music Awards 2020, NOTD telah menciptakan sebuah fanbase yang kuat berkat single-single mereka yang menyatukan genre pop dan dance, termasuk dua single top 40 (“I Wanna Know” and “So Close”) di radio-radio pop, di mana salah satunya menjadi lagu #1 yang paling sering dimainkan di radio dance Amerika Serikat sepanjang 2019.
Artwork single “Malibu” – Virginia To Vegas dan NOTD ( foto : istimewa )
“Malibu” menjadi single keempat Baker dalam satu tahun terakhir, melanjutkan dua EP-nya yang dirilis sepanjang 2020. Lagu terbarunya yang dirilis hari ini melanjutkan kesuksesan “betterman,” “Palm Springs: the way you made me feel” dan “Just as Much,” kolaborasinya dengan penerima nominasi JUNO, Delaney Jane, yang merupakan single #1 yang paling banyak dikirim ke radio-radio Kanada selama berminggu-minggu. Baker membangun karirnya secara konvensional dengan tampil di berbagai acara, merilis musik-musik berkualitas, dan tetap menjadi diri sendiri. Rilisannya hari ini menjadi pembuktian bahwa tempat Baker di industri musik adalah di posisi teratas tangga-tangga lagu dan di panggung internasional, bersama musisi-musisi ternama dunia lainnya.
Seorang musisi independen dengan arah yang jelas secara musikalitas, visual, dan emosi, Baker telah berbagi panggung dengan Post Malone, Ed Sheeran, Maroon 5, Fifth Harmony, dan sebagainya. Tetap jujur pada dirinya sendiri, Baker terus diakui untuk kerja kerasnya, mendapatkan pujian dari musisi-musisi ternama seperti Taylor Swift dan Julia Michaels.
(SPR)










The post Virginia To Vegas Kolaborasi Dengan NOTD Hadirkan “Malibu” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/22/virginia-to-vegas-kolaborasi-dengan-notd-hadirkan-malibu/

HNATA Ft Justin Adijanto Sajikan Single “Cappuccino (Can I Help You?)”




South Jakarta -Berkolaborasi dengan produser berbakat Justin Adijanto, musisi asal Indonesia HNATA akan merilis single “Cappuccino (Can I Help You?)” sebagai single pertama dari debut EP mereka ‘Lauren’. Lagu ini menampilkan fase baru serta perkembangan dari musik HNATA. “Cappuccino (Can I Help You?)” memberikan sebuah warna yang baru di blantika musik Indonesia, dimana HNATA dan Justin Adijanto memasukkan elemen dari berbagai macam genre, mulai dari Korean hip-hop, R&B, pop, hingga funk. Dalam lagu ini, HNATA bercerita tentang bagaimana seseorang yang bertemu dengan cinta sejatinya di coffee-shop.
“Kita pasti pernah mengalami momen dimana kita melihat stranger, lalu tiba-tiba kita naksir dan berharap bisa berkenalan lebih jauh. Meski kita ingin berkenalan, tapi di kenyataan, kita memilih untuk tidak melakukan apa-apa, dan membiarkan keinginan kita itu tetap di imajinasi kita,” ungkap HNATA, ketika ditanya mengenai inspirasi dari lagu “Cappuccino (Can I Help You?)”. “Lagu ini adalah penggambaran dari skenario tersebut. Meski begitu, di lagu ini kisah saya berakhir dengan bahagia.”
HNATA tidak pernah ingin mengkotakkan dirinya ke dalam satu genre, dan keputusan dia untuk berkolaborasi dengan Justin juga diambil berdasarkan prinsip tersebut. Kehadiran Justin sebagai produser utama, membuat HNATA jadi bisa lebih fokus ke dalam proses penulisan lirik, serta pengembangan visual dari EP-nya.
Artwork single “Cappuccino (Can I Help You?)” – HNATA Ft Justin Adijanto (foto : istimewa)
Dalam EP ini, dia akan bercerita tentang sosok ‘Lauren’, dengan sosok ini akan terus muncul dalam single-single yang ada didalam EP-nya. “Cappuccino” adalah bagian dari debut EP gabungan dari HNATA dan Justin. ‘Lauren’ yang akan dirilis pada bulan Juni mendatang. Kumpulan lagu yang ada di EP ini banyak mengambil inspirasi dari drakor (drama Korea) dan juga romcom , dengan EP ini akan bercerita tentang sosok barista bernama Lauren dan sisi sisi kehidupannya. Renacananya single kedua darI EP ‘Lauren’ akan dirilis pada bulan Mei 2021.
“Cappuccino (Can I Help You?)” ditulis oleh Gilang Wisnandar (HNATA) serta diproduksi oleh Justin Adijanto. Lagu ini dimixing oleh Stevano (Raisa, Rebelsuns, Coldiac) di Sembunyi Studio dan dimastering oleh Kwon Nam Woo (Chung Ha, DPR Live, Taeyeon) di 82.1 Sound, Seoul, South Korea.
HNATA/Gilang Wisnandar dikenal sebagai bagian dari duo pop asal Indonesia REBELSUNS. Namun pada tahun 2019, dia memutuskan untuk merilis projek solo-nya di bawah nama HNATA. Debut single-nya “Slowtime” berhasil mencuri perhatian dari banyak negara di Asia, termasuk Thailand, Taiwan dan Jepang. HNATA juga adalah bagian dari kolektif kreatif asal Jakarta bernama MFNE.
Sementara Justin Adijanto lahir dan besar di Jakarta, Justin Adijanto adalah seorang produser yang kuat dalam menghasilkan lagu-lagu upbeat pop dan smooth R&B. Setelah lulus dari Berklee College of Music, dia pindah ke LA dan membantu Theron “NeffU” Feemster dan Kyle Mann membantu beberapa artis hollywood, mulai dari Victoria Monet, FKJ, hingga Naomi Scott.
(SPR)




The post HNATA Ft Justin Adijanto Sajikan Single “Cappuccino (Can I Help You?)” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/22/hnata-ft-justin-adijanto-sajikan-single-cappuccino-can-i-help-you/

Kamis, 18 Maret 2021

Resmi Rilis Album Baru Justin Bieber Luncurkan MV “Peaches”




South Jakarta – Penyanyi dan musisi Justin Bieber menandai perilisan album barunya ‘Justice’ dengan meluncurkan video musik untuk lagu “Peaches” yang menampilkan Daniel Caesar dan Giveon pada 19 Maret 2021. Bintang pop tersebut sebelumnya telah membocorkan klip tersebut di media sosial selama beberapa hari terakhir, membagikan gambar dirinya dengan vokalis tamu tersebut. Klip yang disutradarai oleh Colin Tilley menampilkan para artis bernyanyi dalam berbagai pengaturan, termasuk mobil, ruangan berwarna persik, dan di antara huruf neon besar yang mengeja judul lagu
“Peaches” adalah lagu ke-12 dari album baru ‘ Justice ‘, yang dirilis di layanan streaming saat klip ditayangkan. Rekaman ini menampilkan potongan yang dirilis sebelumnya “Hold On” dan “Anyone”, serta “Lonely” bersama Benny Blanco dan “Holy” yang menampilkan Chance The Rapper. Album ini juga menampilkan kolaborasi dengan The Kid LAROI dan Khalid, masing-masing di lagu lagu berjudul “Unstable” dan “As I Am”.
‘Justice’ adalah album studio keenam Justin Bieber dan dirilis dibawah label  Def Jam Recordings dan Universal Music. Album ‘Justice’ berisi 16 lagu dan  direkam di Henson Recording Studio. Dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone, Justin menggambarkan inspirasi album ‘Justice’,
Cover album ‘Justice’ – Justin Bieber (foto:wikipedia)
“Pada saat ada begitu banyak kesalahan dengan planet yang rusak ini, kita semua mendambakan kesembuhan dan keadilan bagi umat manusia. Dalam membuat album ini, tujuan saya adalah membuat musik yang memberikan kenyamanan, membuat lagu yang bisa dihubungkan dan terhubung dengan orang sehingga mereka tidak merasa sendirian. Penderitaan, ketidakadilan, dan rasa sakit dapat membuat orang merasa tidak berdaya. Musik adalah cara yang bagus untuk mengingatkan satu sama lain bahwa kita tidak sendiri. Musik bisa menjadi cara untuk berhubungan satu sama lain dan berhubungan satu sama lain. Saya tahu bahwa saya tidak bisa begitu saja menyelesaikan ketidakadilan dengan membuat musik, tetapi saya tahu bahwa jika kita semua melakukan bagian kita dengan menggunakan karunia kita untuk melayani planet ini dan satu sama lain, maka kita semakin dekat untuk bersatu. Ini saya melakukan sebagian kecil. Bagianku. Saya ingin melanjutkan percakapan tentang seperti apa keadilan itu sehingga kita dapat terus menyembuhkan.”
Meskipun demikian ternyata album ini juga membuat sebuah kontroversi. Menurut Pedro Winter, pendiri dan pemilik label rekaman Prancis Ed Banger Records, logo album tersebut, yang dibuat oleh Bieber sendiri, mirip dengan logo grup asal Prancis, Justice. Pada 1 Maret 2021, Pedro bereaksi di Instagram dengan mengambil tangkapan layar dari logo yang digambar oleh Bieber dan berkata, “Rekaman Ed Banger menunjuk Mr Justin Drew Bieber sebagai Art Director. Kami ingin berterima kasih kepada Mr So Me [direktur artistik Ed Banger saat ini] untuk semua karyanya sejak tahun 2003”. Pada 18 Maret 2021, Rolling Stone melaporkan bahwa band Prancis, Justice telah mengajukan gugatan terhadap Justin Bieber atas album tersebut, dengan alasan pelanggaran hak cipta yang disengaja atas logo Cross.

















The post Resmi Rilis Album Baru Justin Bieber Luncurkan MV “Peaches” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/19/resmi-rilis-album-baru-justin-bieber-luncurkan-mv-peaches/

Rabu, 17 Maret 2021

Thundercat Menangkan Grammy Awards 2021 Untuk “Best Progressive R&B Album”




South Jakarta – Album ‘It Is What It Is’ adalah album keempat dari Stephen Lee Bruner sebagai Thundercat dan menampilkan sejumlah single meliputi “Black Qualls”, “Dragonball Durag”, “Fair  Chance” dan hit viral “Funny Thing”. Diramaikan oleh sejumlah nama-nama besar di musik — Ty Dolla  $ign, Childish Gambino, Lil B, Kamasi Washington, Steve Lacy, Steve Arrington,  BADBADNOTGOOD, Louis Cole, Pedro Martins dan Zack Fox — album tersebut diproduseri oleh Thundercat dan rekannya dalam bermusik Flying Lotus yang mendapatkan nominasi GRAMMY® Award di kategori “Producer of the Year, Non-Classical” untuk kontribusinya di album tersebut.
Thundercat berhasil memenangkan sebuah Grammy untuk kategori “Best Progressive R&B Album” untuk album 2020-nya ‘It Is What It Is’  Diwarnai oleh nama-nama seperti Childish Gambino, Kamasi Washington, Ty Dolla $ign, BADBADNOTGOOD, Steve Lacy, dan sebagainya, album tersebut diproduseri oleh Thundercat dan Flying Lotus yang juga mendapatkan nominasi di GRAMMY® Awards tahun ini untuk kategori “Producer of the Year, Non-Classical” untuk kontribusinya di album Thundercat.
Kemenangan ini menjadi kali ke-2-nya di ajang GRAMMY® Awards. Sebelumnya ia mendapatkan sebuah Grammy untuk kolaborasinya bersama Kendrick Lamar di lagu “These Walls” dari album Kendrick, ‘To Pimp A Butterfly’, yang merupakan album hip-hop paling berpengaruh di abad 21
Konyol, sentimental, dan serius — kadang semuanya secara bersamaan — “Album ini bercerita tentang cinta, kehilangan, kehidupan, serta suka dan suka yang datang,” ujar Bruner. “Album ini jenaka, tapi dalam hidup kita dihadapkan dengan hal-hal yang mungkin tidak kita pahami…banyak hal yang memang tidak bisa dimengerti.” Album tersebut didedikasikan kepada teman dekatnya Mac Miller yang meninggal dunia secara tragis pada 2018.
Thundercat adalah salah satu figur penting di label musik Brainfeeder di mana ia merilis ‘The Golden Age of  Apocalypse’ (2011), ‘Apocalypse’ (2013), dan ‘Drunk’ (2017) yang melengkapi transisinya dari seorang bassist jenius menjadi seorang bintang, menempatkannya sebagai talenta yang menghapus batas genre. Ia berada di “pusat kreativitas” dari album hip-hop paling berpengaruh di abad ke-21 yaitu ‘To Pimp A Butterfly’ dari Kendrick Lamar, dan ia memenangkan sebuah GRAMMY untuk lagu kolaborasinya “These Walls” di album tersebut.
Meski tur dunianya terhenti pada April 2020 akibat pandemi global, Bruner tampil di sebuah acara spesial dengan format drive-in di Rose Bowl, Los Angeles bersama Hannibal Buress bulan Oktober lalu dan ia juga mendatangkan Ariana Grande untuk berduet dengannya di lagu “Them Changes” di Adult Swim Festival 2020 yang disiarkan secara virtual. Kolaborasi musik terbarunya meliputi “Track 6” bersama Ty Dolla $ign, Anderson .Paak, dan Kanye West yang diambil dari album Ty Dolla $ign tahun lalu, dan “3am” yang diambil dari album ‘Women in Music Pt III’ milik HAIM yang dirilis tahun ini.
Brunner memainkan instrumen pertamanya di umur 4 tahun. Hal tersebut terbilang terlambat di keluarganya di mana ayahnya, Ronald Bruner, Sr., pernah bermain drum bersama The Temptations. Bass pertamanya adalah sebuah black Harmony dan ia berlatih memainkan lagu-lagu dari Ninja Turtles sebelum ayahnya memperkenalkannya kepada musik Jaco Pastorius. Ia bergabung dengan Suicidal Tendencies di masa remajanya dan menghabiskan waktu di jalan dan studio dengan beragam musisi mulai dari Stanley Clarke dan Herbie Hancock hingga Leon Ware, N.E.R.D., Travis Scott, dan Erykah Badu.
Nama Thundercat diambil dari kartun yang ia sayangi sejak kecil dan menjadi sebuah perpanjangan dari bagaimana ia mempersembahkan karyanya yaitu dengan sebuah spirit bak manusia super. Momen full circle dialami Bruner pada 2020 saat ia menjadi pengisi suara (serta menulis lagu) untuk karakter “Grune the Destroyer” di seri kartun Thundercats Roar yang ditayangkan Cartoon Network. (SPR)










The post Thundercat Menangkan Grammy Awards 2021 Untuk “Best Progressive R&B Album” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/17/thundercat-menangkan-grammy-awards-2021-untuk-best-progressive-rb-album/

Selasa, 16 Maret 2021

Rich Brian Rilis “Sydney” Lagu Resmi Final PUBG Mobile Pro League




South Jakarta – Rapper Indonesia yang berkiprah di kancah internasional, Rich Brian, kembali merilis single terbaru di tahun 2021 berjudul “Sydney” bersama 88rising. Single ‘Sydney” menandai lagu pertama yang dirilis Rich Brian sejak dia merilis EP ‘1999’ pada Agustus tahun lalu.
“Saya menciptakan ‘Sydney’ setelah mendengarkan banyak Three 6 Mafia,” kata Brian dalam pernyataan pers. “Keseluruhan produksi single ini sangat terinspirasi oleh grup hip-hop. Saya juga ingin mendengar diri saya sendiri meregangkan hidup saya dengan saksofon yang indah. Saya terakhir pergi ke Sydney dalam tur ‘Sailor’ Australia pada akhir tahun 2019 – energi di sana luar biasa baik dari kerumunan dan kotanya yang menakjubkan. Ketika saya mulai mengetuk ketukan ini, Sydney adalah kota yang secara alami terlintas di benak saya untuk bergaul. “
Lagu “Sydney” juga menjadi lagu resmi dari pertandingan final PUBG MOBILE Pro League yang diselenggarakan Maret 2021. Acara itu merupakan ajang bagi komunitas games di Asia Tenggara. Pemilik nama Brian Immanuel tersebut sebelumnya telah meluncurkan album ‘1999’ pada tahun lalu yang mendapat banyak pujian dari berbagai media. Album ‘1999’ juga telah didengar lebih dari 75 juta kali di layanan digital streaming.










The post Rich Brian Rilis “Sydney” Lagu Resmi Final PUBG Mobile Pro League appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/17/rich-brian-rilis-sydney-lagu-resmi-final-pubg-mobile-pro-league/

Senin, 15 Maret 2021

Sullivan King Rilis “Venomous” Kolaborasi Dengan Spencer Charnas ‘Ice Nine Kills’




South Jakarta – Sullivan King, proyek musik dari musisi Keaton Prescott, secara resmi merilis single barunya “Venomous” yang menampilkan Spencer Charnas dari Ice Nine Kills. Dalam keterangannya, Keaton mengungkapkan tentang rilisan barunya tersebut, “Tidak bisa lebih bersemangat untuk merilis lagu yang benar-benar berada di luar apa yang biasa didengar orang dariku. Ini adalah lagu pertamaku yang memisahkan diri dari rekaman dance reguler dan merangkul Perwujudan rekaman yang keras seperti rock banget. Ini juga rekaman pertama yang saya hadirkan dengan legenda John Feldmann, dia benar-benar hebat. Cinta besar untuk Spencer dari INK karena telah melewati yang ini juga!
“Venomous” mengikuti rilisan Sullivan King pada bulan Desember 2020 “Dark Love”, single hit yang menampilkan vokalis Underoath Aaron Gillespie. Single ini ditampilkan di berbagai platform streaming di Asia (termasuk Hong Kong, India, Korea Selatan, Indonesia) dan di media massa seperti Finite Zine (PH).
Artwork single “Venomous” – Sullivan King ( foto : istimewa )
Sejak memulai karir musik turnya pada tahun 2017 dengan tur bus sebagai dukungan untuk grup Rock Elektronik I See Stars ( Sumerian Records), sebagaimana juga Excision di arena terbarunya yang mengguncang Apex Tour untuk “Thank You For Raging” miliknya sendiri di seluruh Amerika. Pada tur utamanya di  tahun 2019. Dengan kolaborasi dengan kelas berat terbesar musik Bass dan dukungan dari Billboard # 1 seperti The Chainsmokers, DJ Snake, dan Marshmello, Sullivan King, dengan keputusan mutlak, adalah seorang artis dengan kekuatan untuk yang besar.










The post Sullivan King Rilis “Venomous” Kolaborasi Dengan Spencer Charnas ‘Ice Nine Kills’ appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/16/sullivan-king-rilis-venomous-kolaborasi-dengan-spencer-charnas-ice-nine-kills/

Jelang Rilis EP cehryl Lepas MV “outside the party, inside the dream”




South Jakarta – Sebelum EP terbaru dari penyanyi dan penulis lagu cehryl, ‘time machine’, dirilis 9 April 2021 mendatang melalui Nettwerk, Jumat lalu cehryl merilis video musik single terbarunya “outside the party, inside the dream” yang dapat didengarkan melalui cehryl.ffm.to/outsidetheparty dan ditonton melalui youtu.be/MAsrJVB23nU.
Hangat dan menggugah, “outside the party, inside the dream” dengan sempurna menangkap keindahan dari mimpi-mimpi kita — mendamaikan, kadang aneh, dan kadang menakutkan. Tempo santai 5/4 membuatnya mudah dinikmati, dengan nuansa dreamy yang lagu ini serta lagu-lagu cehryl lainnya miliki. Video musiknya menampilkan cehryl bersama 3 temannya dalam sejumlah potongan-potongan video yang menampilkan petualangan mereka sambil membawa koper sebelum akhirnya mereka berpisah.
Menetap di Hong Kong, cehryl, yang merupakan seorang musisi, penyanyi, dan penulis lagu, memiliki suara semanis dan semerdu lagu-lagu yang ia ciptakan. Cerita-cerita yang mengeksplor kompleksitas emosi manusia mengisi alunan lagu-lagunya yang menyampurkan berbagai genre dan memberikan ruang untuk kelihaiannya menulis lirik dan hasil pelatihan klasiknya bersinar. Mulai dari proses produksi, rekaman, dan mixing, cehryl memandu semua tahap penciptaan karyanya. Kemampuannya dalam membuat karya-karya yang relatable telah menghasilkan sebuah komunitas pencinta musiknya dari berbagai belahan dunia. Video musik untuk “Satellite” dan “Moon Eyes” terinspirasi dari filmmaker ikonik Hong Kong, Wong Kar-Wai.
cehryl by-Jonny-Ho ( foto : istimewa )
Setelah lulus dari SMA di Inggris, cehryl masuk ke Berklee College of Music di Boston dan menemukan dirinya dalam sebuah pertemanan yang dikelilingi nama-nama seperti Zack Villere, Mulherin, Dijon, Alex Szotak, dan Soft Glas. “Moon Eyes” dan single “Hide n Seek” menjadi kelanjutan album perdananya ‘Slow Motion’, yang dihujani pujian dari Paper, Earmilk, i-D, dan Complex.  Setelah turnya dengan Still Woozy dan Ravyn Lenae berakhir, cehryl dijadwalkan untuk tampil sebagai pembuka tur Jeremy Zucker dan Cavetown tahun lalu. Walau kedua tur tersebut ditunda karena pandemi COVID-19, cehryl siap melepas karya-karya terbarunya tahun ini.
(SPR).










The post Jelang Rilis EP cehryl Lepas MV “outside the party, inside the dream” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/16/jelang-rilis-ep-cehryl-lepas-mv-outside-the-party-inside-the-dream/

Dhie Vokalis Noin Bullet Rilis Single Solo “Ketika Kau Tiba”




South Jakarta – Para pecinta musik Ska-Punk era tahun 90-an mungkin sudah sangat mengenal sosok ini. Dhie yang memiliki nama asli Hadi Adjam ini adalah vokalis dari band Noin Bullet, sebuah grup band Ska asal Bandung yang cukup dikenal di kancah musik Indie.
Kini Dhie yang sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang putri ini baru saja mengeluarkan single project solo-nya yang berjudul “Ketika Kau Tiba”. Lagu yang ditulisnya sendiri ini bercerita tentang sebuah cinta yang besar dari seorang ayah untuk sang anak. Dan lagu ini khusus didedikasikan Dhie untuk kedua buah hatinya tersebut.
“Cerita dari lagu ini merupakan sebuah momen dalam di hidup saya ketika saya memiliki seorang anak. Saat melihatnya pertama kali membuka mata, saya tahu saya harus memikirkan sebuah hidup yang lain. Momen itu tidak bisa saya lupakan dan merubah sudut pandang saya tentang hidup dan kehidupan, bahwa ada sebuah kehidupan yang harus kita hidupi untuk tetap hidup”, jelas Dhie tentang lagu ini.
Proses rekaman lagu “Ketika Kau Tiba” dilakukan di Bali dimana kini Dhie menetap bersama keluarganya. Dalam penggarapannya, Dhie dibantu oleh bersama sang kakak, Chaerul Adjam, dan diaransemen musiknya oleh Aldisyah Latuihamallo.
Artwork single “Ketika Kau Tiba” – Dhie ( foto : istimewa )
“Untuk musik dasarnya sendiri dikerjakan sekitar 2 jam dan total pengerjaannya sekitar 2 bulan. Sebenarnya lagu ini sudah lama saya buat, kemudian saya diskusikan dengan kakak saya karena kami memang sering buat musik bersama. Lalu kita diskusikan dengan Bung Aldi untuk musiknya seperti apa. Yang pasti harus ada orang-orang yang mengerti saya secara pribadi untuk mengerjakan lagu ini, karena mungkin agak sulit mengerti keinginan saya. Saya pengennya simple tapi bisa menjangkau perasaan banyak orang”, ujar Dhie.
Karakter vokal Dhie di lagu ini terdengar berbeda dibandingkan saat ia bernyanyi dengan bandnya. Secara musik, lagu ini enak untuk didengar dengan menampilkan timbre vokal Dhie yang berat dan sedikit serak, menjadi kekuatan tersendiri seolah Dhie ingin menegaskan isi pesan dari lagu ini.
“Saya harap lagu ini bisa menginspirasi semua orang bahwa dalam kehidupan itu selalu ada saat-saat dimana kita mempunyai sesuatu yang baru untuk diperjuangkan. Karena lagu ini bicara tentang kehidupan seorang anak, kita harus mencintai mereka dan memberikan kehidupan yang sebaik-baiknya buat mereka”, tutur Dhie.
SONG CREDITS
Title: Ketika Kau Tiba
Artist: DHIE
Composed by Hadi Adjam
Executive Producer: Chaerul Adjam
Produced by Aldisyah Latuihamallo
Keyboards and programs: Aldisyah Latuihamallo
Acoustic and Electric Guitars: Stefanus
Drums: Rifandi Harvyan at Harper Studio,Jakarta.
Backing vocals: Dhie & Arina
Vocal Director: Aldisyah Latuihamallo
All vocals recorded at T-Pro Studio, Denpasar – Bali.
Mixed and Mastered by Anggi Anggoro
(SPR)










The post Dhie Vokalis Noin Bullet Rilis Single Solo “Ketika Kau Tiba” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/16/dhie-vokalis-noin-bullet-rilis-single-solo-ketika-kau-tiba/

Big Mother Gig Siap Lepas Album Baru Rilis MV “The Doctor Will See You Now”




South Jakarta – Band indie rock asal Milwaukee yang berbasi di  Los Angeles, Amerika Serikat, Big Mother Gig, merilis video musik baru berjudul “The Doctor Will See You Now” yang diambil dari album ‘Gusto’ . Album ‘Gusto’ akan dirilis pada 30 April 2021 mendatang dan sudah bisa dipesan lewat pre-order di https://bigmothergig.bandcamp.com/album/gusto. Lagu tersebut bercerita tentang sang frontman, Richard Jankovich, yang berusaha menyatakan kebanggaan bahwa dia sadar, bahkan dengan risiko terkesan klise. Lagu ini juga menjadi lelucon yang menyenangkan di seluruh industri perawatan.
“Pemulihan dimulai dengan perawatan diri dan bahkan menggunakan istilah seperti ‘perawatan diri’ adalah hal yang sangat LA,” kata Jankovich. “Kami semua berpikir jika kami bisa menjadi lebih baik, semuanya akan jatuh pada tempatnya. Seperti gagasan tentang pil ajaib — pergi ke dokter yang tepat akan membuat kita lebih baik. Membersihkan jus kale, yoga yang semangat, meditasi. Perawatan diri menyelamatkan saya setiap hari dan mempermalukan kepekaan Midwestern saya. “
Video yang dibintangi Eric Shah (Master Balet Arturo Fernandez, Inland Pacific Ballet) dan Jill Bartlett , mencoba menangkap makna dari lagu tersebut juga yang terkadang diperlukan dimana orang lain untuk membantu kita melihat apa yang salah dengan kita. Ini bisa jadi benar untuk rasa kecanduan kita dan  sering buta terhadap apa yang salah dengan kita sampai orang lain mengidentifikasinya. ‘Gusto’ menjadi album yang diluncurkan sebagai perayaan kesadaran dan rekaman pertama dalam masa pemulihan,
Saya merayakan tahun pertama ketenangan diri saya selama akhir pekan musim semi yang penuh badai di kabin gurun dengan beberapa perlengkapan rekaman, ”kenang vokalis Richard Jankovich. “Album saya baru saja keluar – 13 lagu selama tiga hari. Saya menulis dari pagi sampai malam dan itu katarsis. ” Mengatasi keluarga, pernikahan, kecanduan, kemarahan, serotonin, putus asa dan, pada akhirnya, harapan, Gusto adalah perjalanan emosional yang luas yang berfokus untuk mendapat kesempatan kedua.
Gusto cover artwork by German painter André Butzer ( foto : istimewa )












Ditulis oleh veteran musik, Richard Jankovich dan dibawakan oleh Michael Datz, Albert Kurniawan, Micah Lopez serta Jankovich sendiri, ‘Gusto’, album yang akan datang dari Big Mother Gig LA, awalnya akan berjudul ‘For They About To Rock Bottom’, sebuah referensi sarkastik untuk sebuah band rock yang belajar untuk sadar. Melanjutkan rangkaian kreatif ini, Big Mother Gig merekam album yang kemudian di-mixing oleh Dan Long Local Natives, Spiral Stairs) dan dimastering oleh Howie Weinberg (Nirvana, Spoon, The White Stripes) yang legendaris.
Sebelumnya, band ini merilis album di tahun  2018 berjudul ‘No More Questions’, saat menutup pembukaan tur West Coast untuk Gin Blossoms. Album tersebut juga menampilkan Dicky Barrett (Mighty Mighty Bosstones) dan Britta Phillips (Luna) pada vokal dan mendapat pujian dari Brooklyn Vegan, NPR / The Current, Paste, The Big Takeover, Alternative Press, Under The Radar, No Depression dan banyak lagi. Band ini juga menjadi pembawa acara web-series enam episode dan video musik mereka untuk “Obliterate” dibintangi aktor ‘Sons Of Anarchy’,  Maya Michael Ornstein.
Sebelum tahun 2016,  Richard Jankovich dikenal sebagai personil  Burnside Project (Bar / None, Sony) yang  lagunya “Cue The Pulse To Begin” menjadi tema Queer As Folk’ dan Pocket, persona yang dia gunakan untuk remix Radiohead, Beck dan lainnya yang dipuji oleh Pitchfork dan Stereogum. Sejak reformasi pada tahun 2016, Big Mother Gig telah tampil bersama Gin Blossoms, Soccer Mommy, The Posies, Luna, Peelander-Z, Alvarez Kings, The Yawpers dan banyak lagi.










The post Big Mother Gig Siap Lepas Album Baru Rilis MV “The Doctor Will See You Now” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/16/big-mother-gig-siap-lepas-album-baru-rilis-mv-the-doctor-will-see-you-now/

Minggu, 14 Maret 2021

Matter Halo Rilis MV “No Exit” Terinspirasi Film ‘Trainspotting’




South Jakarta – Duo Indie-rock asal Jakarta, Matter Halo, yang terdiri dari Ibnu Dian (gitar, vokal) dan Ganindra Rai (bass) melepas single keempat berjudul “No Exit” beserta video musik dari album ‘NIGHTVISION’ yang telah dirilis pada 26 Agustus 2020 kemarin sebagai pembuka lembaran tahun baru. Bekerja sama dengan perusahaan rekaman asal Jakarta, Interlokal, single “No Exit” sudah dapat diakses dan dinikmati melalui semua kanal musik digital (Spotify, Apple Music, Joox, Deezer, Soundcloud) serta kanal YouTube Matter Halo untuk mengakses video.
Hadirnya video musik dari single “No Exit” merupakan sebuah tanda berakhirnya penantian dan kerja keras yang cukup panjang serta awal dari sesuatu yang baru. Menggali konsep video musik di sepanjang 2019 yang pada akhirnya dapat direalisasikan dari awal hingga akhir tahun 2020, Ibnu Dian, selaku pendiri Matter Halo serta sutradara dari semua video musik pada album ‘NIGHTVISION’, mengusung aliran Psychological Sci-fi teruntuk musik video single “No Exit” yang bernuansa New Wave dan Post-Punk.
Berbekal inspirasi dari karya-karya Stanley Kubrick dan film ‘Trainspotting’ besutan Danny Boyle, pada musik video “No Exit” Ibnu membawa kita ke dalam perjalanan cinematic akan terbentuknya album ‘NIGHTVISION’ dengan memproyeksikan relasi manusia dan inner-self di sela-sela aktivitas keseharian.
Artwork single “No Exit” – Matter Halo ( foto : istimewa )
“Semoga setelah menonton video ini, para pendengar dapat mengenal album ‘NIGHTVISION’ lebih dalam dan diingatkan kembali tentang kehadiran inner-self dihidup kita.” ungkap Gani sebagai bassist serta salah satu pendiri Matter Halo. Ibnu sebagai sutradara musik video ‘No Exit’ menambah,
“Semoga dengan hadirnya musik video untuk lagu ini bisa menambah wawasan para penikmat musik, serta persepsi dan makna psychological insight yang merupakan sebuah hal ringan dan menyenangkan untuk dialami.” ujarnya. Lagu “No Exit” ditulis dan diaransemen oleh Matter Halo dan terdapat dalam album ‘NIGHTVISION’.
‘No Exit’ a track from Matter Halo second Long Play ‘Nightvision’
Written & Produced by Matter Halo
Lyrics by Ibnu Dian
Lead Vocal by Ibnu Dian
Backing Vocals featuring Natasha Udu, Ganidra Rai, Eki Triputra, Ahmad Faishal Adnan
and Gevaldi Syaival Rachim
Drums by Eki Triputra
Bass by Ganidra Rai
Lead Guitars by Ahmad Faishal Adnan
Additional Guitar by Ibnu Dian
Mixed by Bam Mastro
Mastered by Greg Calbi
Executive Producers by Interlokal and Ruben Sadhu
Project Managers by Annisa Abazh Amalia, Bayu Gustian Seba and Ziemans Majid
(SPR).










The post Matter Halo Rilis MV “No Exit” Terinspirasi Film ‘Trainspotting’ appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/15/matter-halo-rilis-mv-no-exit-terinspirasi-film-trainspotting/

Legenda Hardcore Cro-Mags Rilis MV “Life On Earth” Dari EP ‘2020’




South Jakarta – Band hardcore punk legendaris, Cro-Mags, kembali merilis single dan video musik baru berjudul “Life On Earth”, yang diambil dari EP terbaru ‘2020’.  Pada 9 April mendatang, “Life On Earth” akan dirilis dalam bentuk boxset terbatas vinyl tujuh inci berwarna spesial  dengan tiga bagian  serta pada vinyl dan CD 10 inci berwarna  edisi terbatas.
Rekaman itu sendiri secara tidak sengaja berdurasi 20 menit dan 20 detik, dan lebih seperti tampilan kapsul waktu ke dalam api tempat sampah yang dikenal sebagai tahun 2020. EP ini juga menjadi kelanjutan dari album Cro-Mags di tahun 2020 lalu ‘In the Beginning’ yang rilis dibawah label Mission Two Entertainment.
Artwork EP ‘2020’ – Cro-Mags ( foto : istimewa )
Dalam keterangannya, frontman band, Harley Flanagan, menjelaskan tentang EP baru Cro-Mags, “Hanya kebetulan kami merekam 20 menit dan 16 detik musik, jadi kami menambahkan beberapa detik kekacauan dunia nyata. Sampul album dimaksudkan agar terlihat seperti kalender – tujuh persegi, dengan satu gambar dari tahun 2020 per hari. Di dalam buklet ada 12 gambar, satu untuk setiap bulan tahun 2020; dan bagian belakang adalah bidikan dari sesuatu yang belum pernah saya miliki. terlihat sebelumnya dalam hidup saya – Kota New York yang benar-benar kosong. Coronavirus, karantina, jalan-jalan kosong, kebrutalan, gedung yang terbakar, kekerasan dan kehancuran: 2020 adalah tahun yang tidak akan pernah kita lupakan.”
Cro-Mags yang saat ini mempunyai formasi Harley Flanagan (vokal,bass), Rocky George (gitar), Garry “G-Man” Sullivan (drums) dan  Gabby Abularach (gitar) merupakan band legendaris hardcore yang terbentuk pada awal tahun 80-an dan merilis debut album ‘Age Of Quarrel’ di tahun 1986. Ketika kejayaan musik hardcore mulai redup di pertengahan era 80-an, musik Cro-Mags kemudian berubah menjadi lebih ke heavy metal sebelum mereka kemudian vakum di awal era 90-an.
Berikut adalah daftar lagu dari EP Cro-Mags, ‘2020’
01. Age Of Quarantine
02. 2020
03. Life On Earth
04. Violence and Destruction

05. Chaos In The Streets

06. Cro-Fusion










The post Legenda Hardcore Cro-Mags Rilis MV “Life On Earth” Dari EP ‘2020’ appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/15/legenda-hardcore-cro-mags-rilis-mv-life-on-earth-dari-ep-2020/

Sabtu, 13 Maret 2021

Rayssa Dynta Siap Rilis Double Single Dari ‘Allegory Act: II’




South Jakarta – Rayssa Dynta adalah seorang penyanyi dan songwriter dari Double Deer Music yang identik dengan kepribadiannya yang manis dan musik berbasis elektronik yang dreamy. Musik adalah hal yang paling konsisten dalam hidupnya. Ia telah menulis lagu sejak usia muda dan kemudian mulai tampil di atas panggung pada tahun 2014. Rayssa membuat langkah besar pertamanya di industri musik dengan merilis ‘Prolog’ (EP) pada tahun 2018 lalu dengan single “Something About Us” yang paling banyak dikenal. Setelah perilisan ‘Allegory: Act I’ pada Agustus 2020 lalu, kali ini Rayssa kembali dengan menampilkan 2 lagu dan video musik baru.
Di rilisan double single ini Rayssa mengambil pendekatan yang berbeda dalam membuat musiknya. Rayssa memilih untuk keluar dari zona nyamannya agar dapat mengeksplorasi suara-suara yang baru. Tak hanya pendekatan musiknya yang berbeda, cara merilisnya pun juga berbeda. Dari pemilihan produser, Rayssa menggandeng nama yang cocok untuk mengerjakan musiknya. Di “lagu Not Anymore” yang mempunyai fokus pada perpaduan vokal dan piano, Rayssa memilih Tristan Juliano sebagai produser karena piano adalah instrumen yang sangat Tristan kuasai. Sedangkan untuk lagu “The Unusual”, Rayssa memilih Teddy Adhitya sebagai produser. Karena ketika Rayssa datang ke showcase pertama Teddy, Rayssa mendapat inspirasi dari karya-karya yang Teddy ciptakan. Menurut Rayssa berkolaborasi dengan Teddy Adhitya juga dapat membuat sebuah sound yang baru.
Rayssa memilih untuk merilis lagu-lagunya dengan membaginya menjadi 3 fase. Fase pertama mini EP, fase kedua double single dan fase ketiga album. Fase pertama yang berjudul ‘Allegory: Act I’ yang berisikan 3 lagu telah dirilis pada tanggal 20 Agustus 2020 lalu. Kemudian fase kedua dengan tajuk ‘Allegory: Act II’ yang berisikan 2 lagu akan segera dirilis pada tanggal 19 Maret 2021. Dan nantinya gong akhir dengan judul ‘Allegory: Act III’ akan rilis dengan bentuk album. Lagu-lagu dari fase pertama dan fase kedua juga akan masuk di dalam album tersebut. Rayssa dan timnya memilih pendekatan seperti itu karena album yang akan datang dibuat dengan konsep yang digodok secara matang. Setiap lagu-lagunya memiliki keterkaitan akan satu sama lain. Dengan pendekatan rilis seperti itu pendengar dapat mendengarkan keseluruhan album yang akan dirilis nanti, dan pendengar yang benar-benar mendengarkan albumnya akan dapat menemukan keterkaitan antara satu lagu dengan yang lainnya.




The post Rayssa Dynta Siap Rilis Double Single Dari ‘Allegory Act: II’ appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/14/rayssa-dynta-siap-rilis-double-single-dari-allegory-act-ii/

Fame On Fire Luncurkan MV “It’s Okay” Dari Debut ‘Levels’




South Jakarta – Band rock asal Florida, Fame On Fire kembali meluncurkan  video musik dari debut  album ‘Levels’ yang dirilis bersama Hopeless Records berjudul “It’s Okay”. Video untuk lagu “It’s Okay” disutradarai sendiri oleh  band yang secara visual memabukkan bersama dengan Roman Films.
“Lagu ini tentang menerima kenyataan bahwa musuh Anda tidak akan pernah melihat secara langsung dengan Anda dan mengambil sikap atas apa yang Anda yakini,” jelas gitaris Blake Saul. “Kadang-kadang mendorong kembali hal-hal negatif memberi mereka apa yang pantas mereka dapatkan dan membuat para pembenci tertidur.”
Fame On Fire dibangun di atas kesuksesan yang dibawa tahun 2020 kepada mereka. Karena reinterpretasi mereka atas berbagai hit Top 40 membawa mereka mendapat perhatian luas dan album ‘Levels’ membawa sound unik mereka ke pendengar luas, Fame On Fire telah menulis banyak materi baru dan menciptakan ide untuk rilis di masa mendatang. Band ini memulai tahun 2021 dengan merilis video musik untuk album favorit “I’m Fine” pada akhir Januari, mengumpulkan lebih dari 300 ribu penayangan dalam waktu kurang dari 2 bulan.
Artwork album ‘Levels’ – Fame On Fire’ ( foto : istimewa )
Fame On Fire telah membangun basis penggemar setia dengan merilis album ‘Levels’ pada 4 September 2020 lalu. Band ini mendapatkan lebih dari satu juta streaming setiap bulan di Spotify, dan ‘Levels’ dibuat untuk membuktikan bahwa band ini lebih dari sekadar cover yang menarik perhatian global mereka. Memegang banyak arti, ‘Levels’ adalah tentang menjalani gerakan kehidupan, berbagai level, naik turun yang dapat dikaitkan dengan semua orang, dan tentang pencarian untuk naik level dan terus maju dan bergerak maju.
Fame On Fire telah membuktikan bahwa mereka lebih dari sekadar band cover. Band ini berusaha untuk menjadi genre-defying sambil mendorong batas-batas hubungan antara rock, hip hop, dan musik berat, dengan menjadi diri mereka sendiri tanpa penyesalan. Menampilkan kemampuan musik mereka, Bryan Kuznitz (vokal), Blake Saul (gitaris), Paul Spirou (bass), dan Alex Roman (drum) memproduseri sendiri, mencari, dan menggabungkan album debut mereka ‘Levels’ sendiri, di studio yang mereka bangun.










The post Fame On Fire Luncurkan MV “It’s Okay” Dari Debut ‘Levels’ appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/14/fame-on-fire-luncurkan-mv-its-okay-dari-debut-levels/

Jumat, 12 Maret 2021

Rilis EP ‘AM:PM’ Stephanie Poetri Lepas MV “Paranoia”




South Jakarta – Penyanyi muda yang berkiprah di luar negeri Stephanie Poetri Dougharty alias Stephanie Poetri resmi meluncurkan mini album (EP) ‘AM:PM’ pada 12 Maret 2021. EP ‘AM:PM’ dirilis dibawah Infinite Thrills, 88rising dan 12Tone Music. Bersamaan dengan rilis EP tersebut, putri dari penyanyi legendaris Indonesia, Titi DJ tersebut juga melepas video musik baru untuk lagu “Paranoia”. Lagu “Paranoia” diprouduksi oleh Stephanie Poetri bersama Wes Singerman, Taylor Dexter, dan Heavy Mellow
Semua lagu di EP ‘AM:PM’ ditulis sendiri oleh Stephanie Poetri kumpulan dari renungan dan khayalan yang menghibur dari pagi hingga malam hari dengan berbagai pertanyaan. Konsep yang ditampilkan dalam EP tersebut sesuai dengan waktu dimana AM yang merupakan waktu pagi ke siang menampilkan musik yang lebih ringan, upbeat dan ceria. Sementara PM yang menjadi acuan waktu sore ke malam menampilkan sisi yang lebih gelap, ada kemarahan dan dramatis. ”Itu mengikuti alur waktu dari pagi ke malam hari. Dan seperti itulah aku menyusun daftar lagunya. Sisi AM sedikit lebih ringan, ceria, dan menyenangkan. Di sisi lain, sisi PM sedikit lebih gelap, sedikit lebih marah, dan jauh lebih dramatis,” ungkap penyanyi kelahiran Jakarta, 20 Mei 2000 tersebut.












Mengenai dipilihnya single dan video “Paranoia” yang dirilis bersamaan dengan mini album ‘AM:PM”, Stephanie yang mempunyai panggilan Meni tersebut mengungkapkan, “Single ini adalah tentang saat-saat ketika semuanya berjalan dengan baik, hampir terlalu baik, sehingga kamu hanya menunggu saat itu tidak terjadi dan masalahnya, kau terlalu memikirkan dirimu sendiri,”. Bulan lalu, Stephanie Poetri juga meluncurkan single dan video musik “IRL” yang didedikasikan untuk teman-temannya saat melewati tahun 2020 lalu.Video musiknya juga menampilkan potongan video dari teman-teman terdekatnya










The post Rilis EP ‘AM:PM’ Stephanie Poetri Lepas MV “Paranoia” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/13/rilis-ep-ampm-stephanie-poetri-lepas-mv-paranoia/

Kamis, 11 Maret 2021

Duo New Fork City Lepas Single “Travel Train Phil”




South Jakarta – Duo akustik asal kota Tangerang, New Fork City,  kembali merilis single berjudul “Travel Train Phill”. Secara keseluruhan, lagu ini bercerita tentang pengalaman pribadi dari kedua personil, Elkristi (Ubay) dan Lukky, tentang perjalanan di dalam kereta menuju Surabaya tempat kedua personil melanjutkan pendidikan yang sepanjang perjalanan tersebut menghabiskan banyak naskah kehidupan satu sama lain,
“Kita menjadikannya ke dalam premis bahwa sejauh perjalanan hidup kita, fasenya seperti filosofi kereta yang berjalan melaju” Lukky menambahkan. Pada bagian intro lagu, terdengar narasi yang menggambarkan seorang guru yang sedang mengajar didalam kelas, narasi yang ditulis dan dibacakan langsung oleh Lukky sebagai penanda dimulainya “perjalanan” dalam lagu tersebut.
“Good morning Class,
Today is the Life Lesson 101
First, Sometimes in life, you will regret for those crossroad that you took and there is nothing you can do to make it up.
Second, you are going to met the love of your life and wish those could be last forever. In fact, only those wishes stay forever.
And last but not least, there is time you will go down as hard as bottom shit, and one thing you can do is go away and start a new life.
So, lets sing the Travel Train Phil !”
Artwork single “Travel Train Phil” – New Fork City ( foto : istimewa )
Dalam proses produksi mixing dan mastering lagu Travel Train Phill kedua personil masih mempercayakan kepada Tri Priajaya, kemudian dalam proses kreatifnya pada bagian artwork yang digambarkan melalui jendela kereta menceritakan tentang dari kereta yang sedang melaju, saat berada pada momen dimana para penumpang telah meninggalkan tempat asal namun belum sampai di tujuan, artwork pada lagu ini masih dilakukan secara independen oleh sang personil, Lukky Prasetyo.
Melalui lagu ini, Ubay dan Lukky mengajak para pendengar untuk melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dan mempersiapkan diri untuk mencapai tujuan dimasa depan. Lagu “Travel Train Phill” sudah bisa menemani perjalanan kamu melalui semua layanan musik digital.
(SPR).










The post Duo New Fork City Lepas Single “Travel Train Phil” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/12/duo-new-fork-city-lepas-single-travel-train-phil/

Bernuansa Jepang Di Single Ketiga Groovebox Story “Love Bytes”




South Jakarta – Groovebox Story, grup band Synthpop asal Jakarta kembali merilis EP terbarunya, pada 12 Maret 2021 yang berjudul “Love Bytes”.Track pertama berjudul “Love Bytes” bercerita tentang pertemuan sepasang manusia dan mereka yakin akan bersama selamanya sampai akhir waktu. “Love Bytes” bercerita tentang cerita romantika yang terjadi saat ini, ketika cerita kasih dibangun byte demi byte.
Track kedua merupakan versi bahasa Indonesianya. Track ini merupakan single utama di EP ini. Bercerita tentang sepasang manusia yang tidak mungkin bersatu, namun mereka yakin kelak mereka akan bersama di lain dunia. Track ke-3 berisi karaoke dari lagu “Love Bytes”. “Love Bytes” adalah lagu balada pop duet dengan Vanessa Sorongan yang juga merupakan vokalis dari grup band Tatlo. Balutan suara synthesizer khas era 80-an membawa kita kembali ke era tersebut. Harapan Groovebox Story adalah single ini bisa menghibur semua penikmat musik negeri ini. Terutama penikmat synthpop dan yang menyukai sound vintage 80-an.
Artwork single “Love Bytes” – Groovebox Story foto : istimewa )






Track List:
1. Love Bytes
Song by Iman Hudaya
Lyric by Iman Hudaya & Shafiq Muljanto
2. Love Bytes (Indonesian Version)
Song by Iman Hudaya
Lyric by Iman Hudaya, Deni Prianto & Ferry Rahman
3. Love Bytes (Karaoke Version)
Song by Iman Hudaya
Lyric by Iman Hudaya & Shafiq Muljanto
Recorded at Stereogenic Studio & 168 Studio
Bass by Dudi Prastowo
Mixed & Mastered by Moko Aguswan & Rex Dio
Artwork by Hendro Yuniargo
Sebelumnya Groovebox Story juga telah merilis EP kedua yang berjudul “Going Out” pada 12 Februari 2021 beserta video musiknya. Selain single tadi, ada 1 lagu sebagai b-side yaitu “I am a Virus You are my enemy”, dan versi Remixnya. lagu ”Going Out” bercerita tentang nostalgia, dimana sebelum masa pandemi kita bisa keluar, bercengkrama dan berkumpul dengan sahabat, keluarga dan teman semua.Side B; “I am a VIrus, you are my enemy” lahir dari kekesalan Aroel, Ined, Fey dan Zidni atas keganasan virus COVID-19 yang membuat seluruh dunia terhenti dan masuk ke era pandemi. Selain itu hadir juga versi remix dari “I am a VIrus, you are my enemy” karya Indra7. Menghadapi kondisi ini tidak membuat Groovebox Story berhenti dan menyerah. Justru menjadi dorongan untuk terus menghadirkan karya karya mereka.
Groovebox Story terdiri dari Aroel (song writer, keyboard dan Synthesizer) Ined (bassist), Fey (keyboard dan syntesizer dan Zidni (vocal)
(SPR)










The post Bernuansa Jepang Di Single Ketiga Groovebox Story “Love Bytes” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2021/03/12/bernuansa-jepang-di-single-ketiga-groovebox-story-love-bytes/