Rabu, 30 Desember 2020

Edi Daromi, Kibordis Elpamas dan Iwan Fals Tutup Usia




South Jakarta – Dunia musik tanah air kembali berduka. Kibordis band rock Elpamas, Edi Daromi, meninggal dunia pada hari Rabu, 30 Desember 2020. Berita duka tersebut disampaikan oleh vokalis band Elpamas, Doddy Katamsi melalui akun Facebook. Belum diketahui penyebab wafatnya musisi yang mempunyai nama lengkap Chumaidi Daromi  kelahiran Malang, 17 Juni 1961 tersebut.
“Telah wafat saudaraku
Edi Daromi, keyboardist Elpamas. Rabu, 30 Desember sekitar jam 22:00. Selamat jalan sahabat dan saudaraku. Bahagialah kau di sana … Innalillahi wa innailahirojiun”






Telah wafat saudaraku Edi Daromi , keyboardist Elpamas. Rabu, 30 Desember sekitar jam 22:00. Selamat jalan sahabat dan saudaraku. Bahagialah kau di sana ... Innalillahi wa innailahirojiunPosted by Doddy Katamsi Full II on Wednesday, 30 December 2020





Selain dikenal menjadi pemain Keyboard Elpamas, Edi Daromi juga adalah kibordis dari musisi tanah air, Iwan Fals. Bersama Elpamas, Edi Daromi telah memperkuat band tersebut sejak tahun pertengahan tahun 1980-an saat mengikuti Festival Rock Se-Indonesia. Sementara Edi Daromi ikut memperkuat band Iwan Fals sejak sekitar tahun 2004 -2005.
Selamat jalan Edi Daromi.




The post Edi Daromi, Kibordis Elpamas dan Iwan Fals Tutup Usia appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/31/edi-daromi-kibordis-elpamas-dan-iwan-fals-tutup-usia/

Senin, 28 Desember 2020

Duet Rayhan Noor & Agatha Pricilla Lepas Debut EP ‘Colors’




South Jakarta – Sejak pertengahan 2020, duet antar musisi Rayhan Noor dan Agatha Pricilla telah menciptakan karya-karya mereka seperti “Colors”, “Sick in Love”, dan “Strangers Once Again” adalah rilisan yang dikenalkan terlebih dahulu secara eceran. Kemudian pada Jumat (27/11) ini, mereka telah melengkapi karyanya lewat album pendek bertajuk ‘Colors’.
Album ‘Colors’ berisikan total enam lagu di mana cerita dalam tiga single yang sudah dirilis sebelumnya, dilengkapi oleh “A Different Kind of Morning”, “Not a Happenstance”, dan “Only You”. Cerita keenam lagu diurutkan sesuai dengan perkembangan perasaan juga keadaan yang dialami pasca perpisahan. Baik dari sudut pandang pria maupun wanita.
Album pendek ini dibuka oleh “Strangers Once Again” yang menggambarkan hilangnya rutinitas bersama pasangan. Kemudian masuk dalam fase “Sick in Love” di mana keduanya hanya bisa mengenang memori yang tersisa. Cerita pun berlanjut lewat “Colors” ketika mereka sudah terasa mampu menerima keadaan.  Lalu, sang pria melahirkan angan di “A Different Kind of Morning” sesaat mengetahui sang mantan telah melanjuti kisah barunya. Perasaan janggal tak berdaya dari sisi sang wanita pun diungkapkan lewat nomor “Not a Happenstance”. Cerita akhirnya ditutup oleh “Only You” di mana keduanya memahami bahwa kepemilikan dalam hati tak melulu soal hidup bersama.
Artwork album ‘Colors’ – Rayhan Noor & Agatha Pricilla ( foto : istimewa )












Meski cukup komperhensif bercerita tentang fase pasca perpisahan, musik ‘Colors’ tak selalu bernuansa sedu atau tangis. Terdapat pula beberapa sentuhan relevansi baru teen pop hingga sunshine pop. Ini dikarenakan Rayhan dan Pricilla memilih pendekatan visual saat proses penulisannya. “Membayangkan lagu-lagu tersebut menjadi soundtrack film-film romantis era 90-2000an awal, warm dan terasa dekat secara notasi dan suara instrumennya,” jelas Rayhan yang menyebutkan ‘Before Sunrise’ dan ‘A Walk to Remember’ sebagai salah dua referensinya.
“Ini pengalaman pertama bekerja sama dengan produser yang guitar-based seperti Rayhan,” kata Pricilla tentang duet ini. “Ternyata referensinya membuat saya jadi belajar banyak tentang pembuatan notasi-notasi yang berbeda dari lagu-lagu saya sebelumnya.” Sedangkan Rayhan mengungkapkan, “Pricilla memiliki sensibilitas musik yang sangat tinggi. Hal ini membuat penulisan seluruh lagu sangat mudah dan mengalir. Kemampuannya mengomposisi suara latar di lagu-lagu pada album pendek ini juga sangat menarik untuk disimak.”
Tembang patah hati memang mengungkapkan semuanya untuk kita, memberikan ruang untuk berkabung. Anda merasa “senang” terhubung dengan musiknya dan membiarkan imajinasi selaras dengan melodi. Anda pun berempati dengan musisi hingga merasa tidak sendiri. ‘Colors’ milik Rayhan Noor dan Agatha Pricilla – dirilis oleh label rekaman Sun Eater – adalah kumpulan karya yang tepat untuk situasi ini dan sekaligus menjadi langkah baik menuju fase hidup yang baru. Karena musik tidak hanya masuk ke satu telinga dan keluar dari telinga yang lain – musik sebenarnya memiliki sifat meredakan rasa sakit. (SPR)










The post Duet Rayhan Noor & Agatha Pricilla Lepas Debut EP ‘Colors’ appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/28/duet-rayhan-noor-agatha-pricilla-lepas-debut-ep-colors/

Minggu, 20 Desember 2020

‘2020’ Bingkisan Akhir Tahun Dari White Shoes & The Couples Company




South Jakarta – White Shoes & The Couples Company(WSATCC) , sekstet pop Indonesia asal Jakarta akan merilis album terbarunya berjudul ‘2020’ melalui label Demajors dalam format compact disc (CD) dan mulai bisa didapatkan dengan sistem pre order pada 20 Desember 2020.
Album baru WSATCC ‘2020’ akan terlebih dahulu dirilis dalam format CD Edisi Terbatas Buku Foto Istimewa sejumlah 2020 eksemplar. Rilisan terbatas ini berisikan materi album ‘2020’ yang menampilkan 11 lagu terbaru, dan bonus CD album ‘B-Side’ terdiri dari 10 lagu yang diambildari berbagai album kompilasi maupun single WSATCC dari periode 2006 – 2020. Dikemas dalam bentuk buku foto setebal 60 halaman dalam ukuran 21 x 14,8 cm, pembuatan konsep rilisan istimewa ini diarahkan sendiri oleh WSATCC dengan dukungan banyak kawan-kawan yang andal di bidangnya pada bagian desain grafis, fotografi, dan tulisan.
Bertindak sebagai produser eksekutif untuk album WSATCC ‘2020’ adalah Aradea Barandana(Anukara Records), sedangkan produser rekaman adalah Aradea Barandana, White Shoes & The Couples Company dan Indra Ameng. Aradea Barandana atau Dea adalah produser, selektor musik, DJ dan sound engineer, yang juga dikenal sebagai sosok dibalik Studio Eksotika, Bali.
Cover artwork album ‘2020’ – White Shoes & The Couples Company ( foto : istimewa )
Album ‘2020’ adalah album penuh ketiga dari WSATCC, sesudah debut album ‘White Shoes & The Couples Company s/t’ (2005), mini album ‘Skenario Masa Muda'(2007), ‘Album Vakansi’ (2010), dan mini album (EP) ‘Menyanyikan Lagu2 Daerah'(2013). Album baru ini melanjutkan eksplorasi WSATCC dalam penciptaan musik pop sinematik dipadukan dengan pembuatan lirik yang mengangkat cerita kehidupan urban berdasarkan pengalaman hidup mereka seiring perjalanan usia kelompok musik ini sejak dibentuk pada 2002 di kota Jakarta.
Setelah merilis single “Irama Cita” di bulan November lalu, kini album ‘2020’ menjadi bingkisan akhir tahun yang dipersembahkan oleh WSATCC untuk menjadi soundtrack keseharian teman-teman semua, dan khususnya warga kota. White Shoes & The Couples Company adalah: Aprilia Apsari (vocals), Yusmario Farabi (acoustic guitar, electric guitar, backing vocal), Saleh Husein (electric guitar, backing vocal), Ricky Virgana (bass, cello, synthesizer, backing vocal), Aprimela Prawidiyanti (keyboards, synthesizer, viola, backing vocal), John Navid (drums, vibes).
(SPR)










The post ‘2020’ Bingkisan Akhir Tahun Dari White Shoes & The Couples Company appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/19/2020-bingkisan-akhir-tahun-dari-white-shoes-the-couples-company/

Minggu, 13 Desember 2020

Dewa Budjana Lepas Single “Blue Mansion” Kolaborasi Dengan Musisi Dunia




South Jakarta – Gitaris tanah air, Dewa Budjana, kembali meluncurkan single solo terbarunya berjudul, “Blue Mansion”. Lagu “Blue Mansion” diambil dari album ke-12 gitaris band GIGI tersebut yang berjudul ‘Naurora’ yang akan rilis pada bulan Februari 2021 lewat label Mehsada, sebuah label rekaman di Jakarta yang menjadi bagian dari Kakiatna Indonesia Group. Single “Blue Mansion” melibatkan permainan menjelajah dari session player kelas dunia, Simon Phillips (drum), Carlitos Del Puerto (bas), dan Gary Husband (piano).
Menurut Dewa Budjana komposisi “Blue Mansion” ini menggambarkan langkah atau gerak yang terbayang dalam ritme lagu dan putaran melodik menjadi isyarat dan pertanda, kapan saatnya menemukan kedamaian. Makna “Blue” semacam kesedihan dengan pengulangan-pengulangan atas kejadian yang ada saat ini. Langkah selanjutnya akan sampai pada single terakhir yang semoga menjadi simbol kedamaian untuk semua. Semua terekam dalam warna musik yang menjadi signature seorang Dewa Budjana.
Peluncuran single kedua “Blue Mansion” istimewa karena menghadirkan empat sahabat Dewa Budjana. Musisi dengan musikalitas istimewa, mereka adalah Gerald Situmorang, Balawan, Jubing Kristianto dan Endah N Rhesa yang akan memberikan interpretasi penampilan unik dari single “Blue Mansion.” Dani Rahadian, sebagai CEO Mehsada menuturkan bahwa ide dan konsep peluncuran single kedua “Blue Mansion” dari Dewa Budajana ini akan memberikan pengalaman baru dan menarik.
Artwork single “Blue Mansion” – Dewa Budjana ( foto : istimewa )












Dalam konferensi pers single “Blue Mansion”, Dewa Budjana menjelaskan tentang arti dari lagu tersebut,
“Ketika judul itu muncul, sebetulnya semua berkait sihj. Apa yang saya bikin tidak mungkin tidak terpengaruh situasi. Tapi saya kan tidak bertutur dengan kata-kata, saya bertutur dengan nada yang tentunya instrumental itu bebas ya jadi multi tafsir. Jadi semua dari perjalanan beberapa bulan terakhir ini.”
“Semua orang kan pasti ingin tenang dalam hidup, semua ingin punya tempat, walaupun dalam kenyataannya terus mencari . Ini adalah sebuah pergerakan kalau denger dari ritemnya, melodinya kayak orang jalan muter-muter di situ aja. Ini semua diambil saat perjalanan ke Lawu, karena ‘Blue Mansion’ itu kebayang di suatu padang savana ada satu gubuk gitu, karena semua orang kalau melihat gubuk itu tenang. Saya menyebutnya biru itu sedih atau tenang, Mansion itu gubuk yang juga tenang.” tambah Dewa Budjana.
Sebelumnya pada 21 Oktober 2020 Dewa Budjana sudah merilis merilis single pertama berjudul “Kmalasana” yang sudah hadir di semua layanan musik streaming termasuk musik video lagu ini.
Untuk komposisi “Blue Mansion” akan rilis di semua layanan musik streaming termasuk musikvideonya pada Sabtu, 12 Desember 2020 saat peluncuran single ini. Mehsada sebagai label baru berkomitmen rilisan musik mereka bisa memberikan nilai-nilai kedamaian serta ketenteraman kepada khalayak luas. Mehsada yang berada di bawah Kakiatna Indonesia Group memiliki misi untuk melahirkan kembali kesyahduan di musik Indonesia.
















The post Dewa Budjana Lepas Single “Blue Mansion” Kolaborasi Dengan Musisi Dunia appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/14/dewa-budjana-lepas-single-blue-mansion-kolaborasi-dengan-musisi-dunia/

Mikha Angelo Rilis Versi Audio Konser ‘Amateur: Stage One (Live)’




South Jakarta – Menjelang akhir tahun 2020, penyanyi dan pencipta lagu, Mikha Angelo kembali membuat kejutan. Diawali dengan Mikha merilis 3 single pertamanya, “Shot” (20 Maret ‘20), “Run” (12 Juni ‘20), dan “Middle Ground” (14 Agustus ’20),  Mikha kemudian merilis album debut solonya yang berjudul ‘Amateur’ pada 28 Agustus 2020 kemarin.
Akhirnya pada tanggal 29 November 2020, Mikha memutuskan untuk melakukan konser virtual pertamanya yaitu ‘Amateur: Stage One’ yang disiarkan di YouTube Channel-nya. Hal tersebut mendapat sambutan hangat lebih dari 3000 penonton pada malam itu. Mikha Angelo yang dikenal sebagai seorang
singer, songwritter dan multi instrumentalis, menampilkan 8 lagu secara live dari album perdananya ‘Amateur’, yang juga dirilis bersama label barunya, Wonderland Records.
Artwork Amateur: Stage One foto : istimewa )
Bagi Mikha, konser Amateur: Stage One adalah salah satu pencapaian terbesar dalam karirnya. Karena itu, ia tak ingin euforia berhenti setelah konser selesai. Dia ingin penontonnya tetap menikmati keseruan yang terus berlanjut setelah konser, serta menemani mereka setiap hari. Dengan aransemen spesial dari lagu “Middle Ground” dan  “Stay a While” yang melibatkan lebih dari 500 orang fans yang sebagai virtual choir dalam kedua lagu tersebut.
Lahir di Jakarta pada tahun 1997. Mikha Angelo pertama kali memulai perjalanannya dengan mengikuti audisi untuk X-Factor pada tahun 2013. Setelah melalui perjalanan yang luar biasa selama 7 tahun, Mikha memutuskan untuk memulai perjalanan sebagai artis solo secara mandiri.










The post Mikha Angelo Rilis Versi Audio Konser ‘Amateur: Stage One (Live)’ appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/14/mikha-angelo-rilis-versi-audio-konser-amateur-stage-one-live/

Martin Gore ‘Depeche Mode’ Lepas Single Solo “Mandrill”




South Jakarta – Bagi anda yang mengikuti musik tahun 1980-an, pasti tidak asing dengan sosok musisi yang satu ini. Martin Gore, penulis lagu dan pendiri Depeche Mode, baru saja meluncurkan lagu terbaru “Mandrill” pada 17 November 2020 lalu via Mute. Lagu ini merupakan bagian dari  mini album (EP) berisikan 5 buah lagu yang akan dirilis pada 29 Januari 2021 mendatang berjudul ‘The Third Chimpanzee’.
Single “Mandrill” adalah lagu dengan sentuhan gitar elektrik yang tajam, dan seperti keempat lagu lainnya, memiliki atmosfer musik khas Martin Gore. “Mandrill” ditulis dan diproduseri oleh Martin sendiri, dan direkam pada tahun ini di Electric Ladyboy di Santa Barbara, California, Amerika Serikat. Video klip lagu ini menampilkan perjalanan kosmik menerobos hutan.
“Lagu pertama yang kurekam memiliki suara yang bukan milik manusia,” Martin menjelaskan. “Suaranya lebih mirip primata. Aku memutuskan untuk menamakan lagunya ‘Howler’, dari suara monyet. Kemudian, ketika memilih nama untuk album ini, aku teringat pernah membaca buku berjudul ‘The Rise and Fall of the Third Chimpanzee’. Aku merasa itu nama yang cocok untuk album ini, karena album ini juga dibuat oleh salah satu dari chimpanzee ketiga.”
Mini album (EP) ‘The Third Chimpanzee’ dapat dipesan sekarang dalam bentuk CD, vinyl 12” Azure Blue edisi terbatas (termasuk poster art), maupun digital. Artwork untuk album ini dibuat oleh Pockets Warhol. Lima tahun berlalu sejak Martin merilis album instrumental MG yang berhasil menuai pujian kritikus. “Mandrill” menjadi single terbaru setelah pada tahun 2017 Depeche Mode merilis album ‘Spirit’. Beberapa waktu lalu Depeche Mode juga masuk ke jajaran the Rock & Roll Hall of Fame.
Berikut adalah daftar lagu  EP ‘The Third Chimpanzee’ – Martin Gore.
1.. Howler
2. Mandrill
3. Capuchin
4. Vervet
5. Howler’s End










The post Martin Gore ‘Depeche Mode’ Lepas Single Solo “Mandrill” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/14/martin-gore-depeche-mode-lepas-single-solo-mandrill/

Digelar Virtual Jazz Gunung 2020 Beri Penghargaan Untuk Mendiang Djaduk Ferianto




South Jakarta – Keberlangsungan Jazz Gunung Indonesia dari tahun 2008 tidak terlepas dari pemikiran seorang seniman dan musisi asal Yogyakarta, Djaduk Ferianto yang kerap mengkurasi penampil Jazz Gunung Indonesia hingga menciptakan project musik yang didedikasikan untuk Jazz Gunung Indonesia bernama ‘Ring of Fire Project’. Sebelum kepergiannya, pria yang memiliki nama lengkap RM Gregorius Djaduk Ferianto ini tengah mempersiapkan ‘Jazz Gunung Indonesia Series Bromo-Ijen-Burangrang-Toba’.
Kini apa yang dicita-citakan almarhum Djaduk tetap diperjuangkan oleh Jazz Gunung Indonesia semasa pandemi dengan memulainya dari konsep ‘Hybrid Concert’ yang diselenggarakan di dua tempat pada tanggal yang sama yaitu 12 Desember 2020. Ada dua konser musik dapat dilaksanakan secara bersamaan. Jazz Gunung Ijen yang telah terselenggara di Taman Gandrung Terakota – Jiwa Jawa Resort, Banyuwangi, Jawa Timur. Lalu Jazz Gunung Bromo dilakukan secara virtual dengan lokasi produksi di Yogyakarta, tempat kelahiran Djaduk Ferianto.
Kota tersebut dipilih karena ingin memberikan Jazz Gunung Award kepada almarhum untuk dedikasinya semasa hidup atas keberlangsungan Jazz Gunung Indonesia. Penghargaan diberikan kepada Djaduk Ferianto oleh komite Jazz Gunung karena ditetapkan sebagai tokoh yang berjasa dalam pengembangan musik jazz Indonesia yang kebetulan almarhum Djaduk adalah salah satu pendiri dari Jazz Gunung Indonesia.
“Jazz Gunung Indonesia tidak akan terwujud tanpa jasa dari mas Djaduk Ferianto. Karena memang dari awal warna mas Djaduk dan Kuaetnika yang menjelma menjadi ‘Ring of Fire Project’ yang menjadi salah satu ciri khas dari Jazz Gunung Indonesia. Untuk itu sampai saat ini kami tetap menampilkan Ring of Fire Project dengan bintang tamu dari Tohpati, Richard Hutapea, dan Tashoora,” kata penggagas Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono di tengah-tengah pemberian penghargaan Jazz Gunung Award dalam virtual Jazz Gunung Bromo.
Bernadette Ratna Ika Sari menerima Jazz Gunung Award 2020 untuk almarhum suami Djaduk Ferianto (foto : istimewa )
Sigit Pramono menyerahkan Jazz Gunung Award kepada istri Djaduk Ferianto ( foto : istimewa )
Jazz Gunung Award sebelumnya telah menganugerahkan Ireng Maulana (2016), Jack Lesmana (2017), Bubi Chen (2018), dan Maryono (2019). Tahun ini yang hadir dalam penerimaan Jazz Gunung Award, istri dari almarhum Djaduk, Bernadette Ratna Ika Sari.
“Saya tidak percaya, karena tahun lalu dia (Djaduk) menjadi tim yang mengkurasi siapa yang akan menerima award ini. Tapi sekarang dia sudah mendapatkannya. Kalau bicara tentang Jazz Gunung, penghargaan ini tentu tidak hanya miliknya, tapi juga miliki kita semua yang terlibat dalam Jazz Gunung dan Jazz di Indonesia tanpa terkecuali. Penghargaan ini saya persembahkan untuk teman-teman, sahabat, kerabat yang pernah menemani mas Djaduk dalam berkarya,” kata perempuan yang akrab disapa Petra.
Baginya, penghargaan tersebut juga menjadi tanda harapan kita semua untuk semakin meluaskan perhelatan Jazz Gunung dengan keindahan alam dan keragaman kuliner yang ada serta berbagaikebudayaan yang sangat kaya di negeri ini. “Terima kasih untuk persahabatannya dan kehangatannya,” tutup Petra.
Dalam acara konser virtual Jazz Gunung Bromo yang dipandu pembawa acara Alit dan Gundhi ini, Ring of Fire Project tampil bersama Richard Hutapea, Tohpati, dan Tashoora. Kolaborasi mereka masing masing membawakan lagu Bromo, Pesisir, Dua Benua, Tari Rakyat, Kembang Boreh, Sintas, Tatap, dan Festival. Saksikan perhelatan Jazz Gunung Indonesia Hybrid Concert 2020 dengan mengakses tautan bit.ly/JazzGunungIjenBromo2020 .
Seluruh rangkaian kegiatan Jazz Gunung Indonesia Hybrid Concert dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan didukung oleh BCA, Kemenparekraf, Eiger Adventure, GenBody Inc, Gerakan Pakai Masker, dan Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen. (SPR).




The post Digelar Virtual Jazz Gunung 2020 Beri Penghargaan Untuk Mendiang Djaduk Ferianto appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/14/digelar-virtual-jazz-gunung-2020-beri-penghargaan-untuk-mendiang-djaduk-ferianto/

Jumat, 11 Desember 2020

Rasa Kesepian TIA Tercurah Lewat Debut Single “Outsider”




South Jakarta – Pandemi ternyata membuat TIA yang bernama lengkap Mutiarachmi membuka matanya. Kehidupan di sekelilingnya, cerita dari teman-teman, juga apa yang pernah dia alami membuat ia lebih mengerti bahwa hidup itu bermacam warna. Ia mengerti ada hitam dan putih, tawa dan tangis, semua itu yang membuat manusia hidup. Kumpulan cerita dari kehidupan di sekelilingnya lah yang menginspirasi TIA membuat lagu. Dengan harapan dapat mewakili apa yang dirasakan penikmat musiknya.
Single perdana TIA sebagai solois bertajuk “Outsider” ia tulis bersama teman bermusiknya, Indrabayu Muhammad. Dalam proses rekaman TIA dibantu oleh Rian Rahman gitaris dari band Sisitipsi sebagai produser musiknya. Bercerita tentang seseorang yang merasa kesepian ditengah keramaian. Seseorang yang masuk ke tempat baru dimana ia berusaha keras untuk beradaptasi. Kesepian terasa sejak awal lagu, “I’m sitting alone at your birthday party. And I’m feeling lonely in this crowd that’s going crazy. I don’t know why I am here. I feel like an alien.” Namun, berujung dengan sisi introvert yang muncul dari dalam diri dan membuat ia benar-benar ingin pergi. Tergambar lewat lirik “My introvert side’s just missing her place. I miss my bed and my Ted”.
Kisah yang mungkin tanpa disadari sering terjadi dalam keseharian kita. TIA berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi orang yang sedang mengalami hal serupa. Vokal TIA yang merdu dengan harmonisasinya, petikan instrument gitar akustik, dan dipadu denga electric guitar yang menjadi fill in membuat “Outsider” semakin bernyawa.
Artwork single “Outsider” – TIA ( foto : istimewa )
Membuat penikmat musiknya bisa merasakan apa yang TIA ingin sampaikan dalam lagunya. Sejak kecil TIA sudah sangat suka bernyanyi dan tampil di atas panggung. Ia mulai mengikuti kompetisi bernyanyi sejak umur 6 tahun. Beranjak ke tahun akhir sekolah dasarnya, TIA mulai bernyanyi bersama band. Dimulai dengan hanya bernyanyi, TIA pun belajar untuk menulis lagu.
Tidak berhenti disitu, masuk ke masa kuliah TIA bertemu banyak teman-teman bermusik di kampusnya. Universitas Indonesia menjadi saksi perkembangan TIA dalam bermusik. Di tahun 2014 TIA mengharumkan nama fakultasnya dan memenangkan penghargaan Best Vocalist untuk lomba seni terbesar di Universitas Indonesia. Di tahun 2018 ia merilis lagu yang ia tulis bersama bandnya. Namun setelah hampir 3 tahun bersama, TIA mengakhiri perjalanannya bersama teman-teman bandnya. Ia mulai fokus pada karirnya sebagai penyiar radio swasta dan MC. Namun pandemi membuat mimpinya sebagai musisi kembali bangkit. Dalam bermusik banyak sekali musisi-musisi yang menginspirasi TIA, seperti She & Him, Bon Iver, Hyukoh, IU, Birdy dan masih banyak musisi lainnya dari berbagai negara.










The post Rasa Kesepian TIA Tercurah Lewat Debut Single “Outsider” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/12/rasa-kesepian-tia-tercurah-lewat-debut-single-outsider/

Kolaborasi L.Y.O.N dan Rizky Febian Hadirkan Sebuah “Delusi”




South Jakarta – L.Y.O.N yang terdiri dari Onadio, Rudye, dan Okin semakin menunjukkan produktifitasnya di Industri Musik Indonesia. Band satu inipun telah mendapatkan tempat di hati para pecinta musik. Terbukti dari single debut “Ego” yang kini telah di streaming lebih dari 6 juta kali di Spotify dan official lyric video yang telah ditonton lebih dari 4.6 juta kali di YouTube. Walau sedang dilanda pandemic Covid-19 seperti sekarang ini, nyatanya tidak menghalangi L.Y.O.N untuk menghasilkan karya terbaru. Di tahun 2020, mereka telah merilis 2 single yaitu “Semesta Bersabda” dan “Merindu”. Menjelang pergantian tahun, mereka telah siap merilis single terbaru yang merupakan hasil kolaborasi bersama Rizky Febian.
Dimulai dari sering bertemunya Onad dan Iky serta sempat shooting film bersama-sama, muncullah ide untuk berkolaborasi dalam sebuah lagu. Maka, lahirnya “Delusi”, lagu kolaborasi antara L.Y.O.N dan Rizky Febian. Masih mengusung pop-groove ala L.Y.O.N, lagu ini terdengar lebih laid-back walau menghadirkan lirik yang galau. Bercerita tentang seseorang yang tidak bisa move on dari pasangan di masa lalunya, hingga akhirnya dia menciptakan sebuah khayalan bahwa pasangannya tersebut masih ada di sisi. Dibuat selama adanya pandemi, nyatanya baik L.Y.O.N dan Iky tetap bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Rizky Febian sendiri mengaku senang dengan adanya kolaborasi ini, “Aku seneng banget bisa berkolaborasi dengan L.Y.O.N, yang memang semuanya serba dadakan. Berawal dari hanya sekedar pertemuan, nongkrong bareng, trus sering ngobrol juga, sampai akhirnya bisa membuat karya yang luar biasa seperti ini”.
Artwork single “Delusi” – L.Y.O.N & Rizky Febian
Digarap dari rumah masing-masing personel, pembuatan demo dan lirik ini murni dibuat oleh Rudye untuk kemudian dioper melalui internet. Keseruan proses rekaman dan pembuatan lagu ini juga ikut dibantu oleh session player guitar, Rinaldy Vidianza yang juga ikut meng-aransemen part gitar di lagu ini. Sementara itu, selepas merilis lagu in, rencananya L.Y.O.N juga akan merilis video musik yang juga akan rilis di bulan Desember ini. Konsep sederhana telah dirancang oleh L.Y.O.N untuk video musik dari lagu ini. “Konsep dari video musiknya akan seperti live performance aja, tapi akan ada sentuhan halusinasi disana-sini,” jelas Onad. Sementara Rizky Febian berharap jika lagu ini dapat menjadi gambaran tentang bagaiman seorang musisi selalu mencoba untuk memberikan karya terbaiknya. “Ya, (aku) berharap ini bisa jadi gambaran atau memperlihatkan ke khalayak bahwa setiap musisi pasti akan terus memikirkan bagaimana caranya untuk mengembangkan musik bersama, berkolaborasi bersama, agar bisa menjadi sebuah karya yang luar biasa,” ungkapnya.
Lagu ‘Delusi’ ini menjadi lagu kedua dari L.Y.O.N dalam berkolaborasi bersama musisi lain setelah sebelumnya pernah mengajak Danilla berkolaborasi. Namun, L.Y.O.N masih berencana untuk mengajak kolaborasi beberapa musisi lain ke depannya. Walau begitu, saat ini yang menjadi fokus dari mereka adalah untuk segera merilis album debut yang sedang mereka persiapkan. Sekaligus, mereka juga berharap untuk dapat mengadakan tour. Bersama Rizky Febian mungkin? Kita tunggu saja!
MUSIC CREDIT :
Track Tittle                        : Delusi
Performed by                    : LYON & Rizky Febian
Composer                          : Rudy Nugraha Putra
Produced                           : Rudy Nugraha Putra
Mixed                                 : Rudy Nugraha Putra
Mastered                           : Rudy Nugraha Putra
Label                                  : Kawula Music
(SPR).










The post Kolaborasi L.Y.O.N dan Rizky Febian Hadirkan Sebuah “Delusi” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/12/kolaborasi-l-y-o-n-dan-rizky-febian-hadirkan-sebuah-delusi/

Rabu, 09 Desember 2020

White Shoes & The Couples Company Luncurkan Vinyl Single “Irama Cita”




South Jakarta – White Shoes & The Couples Company (WSATCC), pop sekstet asal Jakarta, akan merilis single terbaru yang berjudul “Irama Cita” dalam format piringan hitam 10 inci pada Kamis, 3 Desember 2020. Sebelumnya lagu ini telah diperdengarkan melalui acara pemutaran serentak di 20 stasiun radio di berbagai kota di Indonesia pada 6November 2020 yang lalu. Informasi lengkap mengenai penjualan dan distribusi piringan hitam single “Irama Cita” akan diberitakan segera melalui kanal media sosial WSATCC.
Single “Irama Cita” diproduksi oleh Anukara Records dalam format piringan hitam sebanyak 300 keping, dan mulai diedarkan per 3 Desember 2020. Lagu ini ditulis dan diaransemen oleh Ricky Virgana (bassist WSATCC), dengan bantuan sahabat lama WSATCC di masa kuliah, komposer Zaboo Donalt Warere, yang mengerjakan string arrangement. Zaboo Donalt turut pula membantu pengerjaan komposisi string dan brass section pada album mini WSATCC ‘Skenario Masa Muda’ (2008) dalam lagu “Roman Ketiga”, dan pada album kedua WSATCC,  ‘Album Vakansi'(2010) dalam lagu “Kampus Kemarau” dan “Masa Remadja”.
Foto promo vinyl ‘Irama Cinta’ ( foto : istimewa )
Sedangkan lirik lagu “Irama Cita” ditulis oleh Aprilia Apsari (vokalis WSATCC). “Irama Cita” direkam di Syaelendra Studio(Jakarta) dan Vakansi STUDIO (Jakarta) pada 2019. Produser rekaman lagu ini adalah Aradea “Dea” Barandana, WSATCC, dan Indra Ameng. Pada 2012, Aradea Barandana juga bertindak sebagai produser rekaman bersama David Tarigan untuk album mini WSATCC,  ‘Menyanyikan Lagu2 Daerah’ yang direkam di Lokananta Studio, Solo, Jawa Tengah.
“Irama Cita” menjadi single pertama dari album terbaru WSATCC berjudul ‘2020’, yang akan diedarkan dalam format CD oleh Demajors pada pertengahan Desember 2020.White Shoes & The Couples Company adalah: Aprilia Apsari (vocals), Yusmario Farabi (acoustic guitar, electric guitar, backing vocal), Saleh Husein (electric guitar, backing vocal), Ricky Virgana (bass, cello, synthesizer, backing vocal), Aprimela Prawidiyanti (keyboards, synthesizer, viola, backing vocal), John Navid (drums, vibes). (SPR)










The post White Shoes & The Couples Company Luncurkan Vinyl Single “Irama Cita” appeared first on Boleh Music.

http://www.bolehmusic.com/2020/12/09/white-shoes-the-couples-company-luncurkan-vinyl-single-irama-cita/